Kambing Seharga Mobil Ikuti Kontes Janggut

Senin, 06 April 2015 - 11:19 WIB
Kambing Seharga Mobil...
Kambing Seharga Mobil Ikuti Kontes Janggut
A A A
BANTUL - Ratusan kambing berkumpul di Pasar Seni Gabusan (PSG) untuk mengikuti kontes memperebutkan piala dari GBPH Prabu Kusumo (adik Raja Yogyakarta). Kambingkambing ini bukan kambing biasa.

Kambing yang ikut kontes ini rata-rata kambing seharga motor bebek, bahkan sampai harga mobil. Kemarin merupakan hajatan pencinta kambing PE atau yang lebih tenar dengan sebutan kambing Etawa. Para pemilik dan pencinta kambing Etawa beradu kontes kambingkambing yang mereka miliki. Akan tetapi bukan diadu, kambing- kambing tersebut berkompetisi dalam empat kategori. “Kontes ini sudah keenam kalinya. Kontes ini diikuti oleh pencinta kambing Etawa dari seluruh Indonesia,” ujar Sekretaris Penyelenggara Kontes Kambing PE Yogya Istimewa, Eko Wantoro, kemarin.

Eko mengatakan, hajatan ini juga pernah digelar di Purworejo, Wonosobo, bahkan hingga ke Madura. Beberapa kategori yang dilombakan mulai dari muka hingga janggut, telinga, kelebatan bulu, serta postur tubuh. Kambing high class ini dilombakan bukan berdasarkan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Tak ada yang baku dalam penilaian tersebut, hanya saja untuk kambing yang memiliki kategori baik, semua sudah sepakat.

Kambing-kambing tersebut mukanya berbentuk setengah lingkaran, telinga panjang, bulu lebat serta berwarna putih, dan kepala hitam. Yang paling utama adalah postur besar layaknya seekor sapi. “Saat ini ada 400 kambing yang ikut,” tuturnya. Eko menyebutkan, kontes terbagi empat kelas sesuai dengan kategori masing-masing. Kelas A untuk gigi yang rampas atau giginya sudah lepas. Kelas B yakni lepas gigi dua pasang, Kelas C belum lepas gigi, serta kelas D adalah kambing yang memiliki postur tubuh minimal di atas 70 cm.

Melalui kontes ini diharapkan bisa mengangkat citra kambing PE. Berdasarkan pantauan yang ia lakukan, kambing-kambing dari seluruh Indonesia yang ikut kontes tersebut mulai dari harga Rp3 juta hingga Rp 60 juta. Dengan kontes ini diharapkan kesejahteraan para peternak semakin meningkat seiring dengan terangkatnya pamor kambing-kambing Etawa di mata dunia.

“Nilai jual kambing Etawa ini memang di atas ratarata kambing jenis lain. Dengan kontes ini tujuannya memang mengangkat prestise kambing itu sendiri,” katanya. Karena nilai jual kambing ini menggiurkan, jumlah peternak Etawa di DIY terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2014 silam, dia mencatat setidaknya ada 500 peternak yang tertarik membudidayakan kambing Etawa.

Mereka ada yang merupakan peternak peralihan, dari kambing biasa ke kambing Etawa, namun juga ada yang langsung peternak Etawa. Lurah Desa Dlingo Bahrun Wardoyo yang kebetulan ada warganya yang membudidayakan kambing Etawa mengatakan, nilai jual kambing Etawa yang jauh di atas kambing biasa memang menjadi daya tarik tersendiri bagi kambing ini. Kini ia tengah memberdayakan warganya untuk memelihara kambing Etawa agar kesejahteraan mereka meningkat.

“Selama ini, warga kami hanya memelihara kambing jenis Gembel atau Jawa. Hasilnya itu-itu saja, tidak ada peningkatan yang berarti,” tandasnya.

Erfanto linangkung
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
51 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved