Pakaian Bekas Impor Masih Dijual Bebas

Sabtu, 04 April 2015 - 11:56 WIB
Pakaian Bekas Impor...
Pakaian Bekas Impor Masih Dijual Bebas
A A A
UNGARAN - Larangan penjualan pakaian bekas impor oleh Kementerian Perdagangan, tidak diindahkan pedagang di Kabupaten Semarang.

Mereka masih bebas melakukan transaksi jual beli di sejumlah lokasi. Karena itu, DPRD setempat mendesak pemkab menggelar razia penertiban pedagang pakaian bekas impor yang membandel.

“Kalau sudah ada larangan, semestinya pemkab menggelar operasi penertiban. Tapi karena dibiarkan, pedagang pakaian bekas impor malah semakin banyak. Disperindag (Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan) harus terjun ke lapangan menertibkan mereka,” kata Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto kemarin.

Dari pantauan KORAN SINDO, penjual pakaian bekas impor yang juga dikenal sebagai penjual awul-awul ini mudah dijumpai di pinggir sejumlah jalan protokol di Kabupaten Semarang. Seperti yang terlihat di sepanjang jalan Ungaran- Bawen, banyak berdiri tenda-tenda penjual pakaian bekas.

Bagi Bambang, aktivitas penjualan awul-awul ini sangat memprihatinkan mengingat ada temuan bakteri di baju bekas impor oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) di beberapa daerah di Indonesia. Terbaru, Kemendag menemukan bakteri dan jamur patogen pada pakaian bekas impor yang beredar di Pasar Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

“Di sisi lain, saat ini banyak produk garmen dalam negeri yang kualitasnya bagus dengan harga terjangkau oleh masyarakat. Jadi, sudah tidak ada alasan bagi Pemkab Semarang untuk bertindak tegas,” tandasnya. Menurut Aldi, 33, pedagang awul-awul asal Padang, anggapan pakaian bekas impor mengandung bakteri terlalu mengada- ada.

Jika benar terbukti terpapar bakteri, yang terdampak penyakit pertama kali pasti para penjual atau pekerjanya. Kenyataannya, hal itu tidak pernah terjadi hingga sekarang. “Kalau ada bakteri, kami yang jualan otomatis yang kena dulu. Sebab, kami yang buka barangnya. Dan selama ini pelanggan atau pembeli juga tidak ada komplain,” kata pemilik toko Alvin Busana Impor ini di samping SPBU Jalan Diponegoro, Ungaran.

Menurut Aldi, pemerintah seharusnya bersikap lebih bijaksana menyikapi persoalan pakaian bekas impor tersebut. Jika melarang penjualan pakaian bekas impor, ribuan orang akan kehilangan pekerjaan. “Di sini saja saya bisa mempekerjakan tujuh orang. Kalau Semarang hingga Ungaran mungkin ribuan orang. Kalau pemerintah sanggup membiayai orang-orang yang bakal menganggur, monggo kalau mau dihilangkan,” kata dia.

Penolakan terhadap larangan penjualan pakaian bekas impor juga disampaikan Soni, 35, penjual awul-awul di Ungaran. Pasar pakaian bekas impor di Indonesia tidak lepas dari rendahnya kualitas garmen lokal. Karena itu, Soni meminta pemerintah tidak hanya melarang penjualan pakaian bekas, tapi juga mengimbangi dengan upaya peningkatan kualitas produk garmen dalam negeri.

“Kalau ini (pakaian bekas impor) harga murah kualitasnya bagus, bahkan ada merek. Yang berlaku sekarang adalah mekanisme pasar atau apa keinginan pasar. Jadi, tingkatkan kualitas baju Indonesia dulu kalau mau melarang,” tandasnya.

Agus joko
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved