Petani Minta Pemerintah Buka Keran Ekspor Beras Hitam

Jum'at, 03 April 2015 - 09:24 WIB
Petani Minta Pemerintah...
Petani Minta Pemerintah Buka Keran Ekspor Beras Hitam
A A A
KARANGANYAR - Petani di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar meminta Kementerian Pertanian (Kementan) membuka keran ekspor komoditas beras hitam yang diproduksi di daerah tersebut.

Pasalnya, selama ini petani kesulitan memasarkan produk keluar negeri karena terbentur regulasi ekspor. Padahal beras tersebut diminati sejumlah negara, seperti Taiwan dan China. Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) penanam beras hitam Gemah Ripah di Desa Ngemplak Sri Murtini mengatakan padi jenis beras hitam telah dihasilkan sejak 2008. Pemasarannya hanya di kalangan tertentu, padahal beras tersebut mempunyai banyak keunggulan dibanding beras lain, yakni kandungan serat tinggi, antioksidan, dan kadar gula lebih rendah.

“Kami berharap Kementan bisa membantu dalam memasarkan ke luar negeri agar petani menjadi lebih bersemangat dalam meningkatkan produksi,” ujar Sri Murtini kemarin. Biaya produksi beras hitam tak jauh berbeda dengan beras biasa karena petani dianjurkan menggunakan pupuk organik untuk menjaga kualitas. Jika pemeliharaannya bagus, 1 hektare lahan bisa menghasilkan 8 ton dengan harga jual gabah dua kali lipat dibanding beras biasa.

“Harga di pasaran bisa mencapai Rp30.000 per kilogram. Kami siap memproduksi lebih banyak jika ada jaminan pemasaran dari pemerintah,” kata dia. Sri mengungkapkan, beras jenis ini potensial dikembangkan di sejumlah daerah seperti Kecamatan Matesih, Jatipuro, Karanganyar Kota, Mojogedang, dan, Karangpandan. Lahan di daerah tersebut sangat cocok dan ketersediaan pupuk organik juga mencukupi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar Danik Sih Handayani mengungkapkan, pengembangan beras organik ini dilakukan di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar Kota, dan Mojogedang dengan luas 90 hektare. “Rencananya akan diekspor ke Taiwan,” ujarnya.

Ary wahyu wibowo
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
9 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
9 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
10 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
11 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
11 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
12 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved