Petrokimia Turun Langsung Awasi Distribusi Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2015 - 12:24 WIB
Petrokimia Turun Langsung...
Petrokimia Turun Langsung Awasi Distribusi Pupuk
A A A
MALANG - PT Petrokimia Gresik, produsen pupuk nasional melakukan pengawasan langsung ke sejumlah distributor pupuk di Kabupaten Malang.

Langkah ini diambil guna memantau ketersediaan pupuk di lapangan menjelang musim tanam tahap kedua. Humas PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan, sebagai produsen, Petrokimia ikut mengawasi pendistribusian pupuk, mulai dari pabrik, distributor hingga petani pemakai pupuk.

Dengan cara ini akan diperoleh gambaran mengatasi kelangkaan pupuk yang selama ini kerap dikeluhkan petani. Menurut Yusuf, kendala yang sering dihadapi antara lain rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang disusun kelompok tani dan Dinas Pertanian, banyak yang belum terbit.

Padahal, pupuk hanya akan didistribusikan kepada petani sesuai daftar RDKK. “Petani yang namanya tidak masuk dalam RDKK tidak akan dilayani,” kata Yusuf saat meninjau salah satu kios pengecer pupuk di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang kemarin.

Kendala lain yang dihadapi, yakni terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi oleh pemerintah, yang tidak sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan. “Ini yang sering terjadi. Pemerintah hanya menyediakan dana sedikit, sementara kebutuhan akan pupuk oleh petani meningkat tajam,” kata Yusuf.

Tahun ini saja pupuk bersubsidi yang dialokasikan di Kabupaten Malang mencapai 107.513 ton. Dengan perincian, urea sebanyak 41.693 ton, ZA 41.693 ton, Sp-36 5.727 ton, NPK 33.401 ton, dan organik 26.692 ton. Alokasi sampai Maret 2015, untuk ZA sebesar 8.279 ton, Sp-36 2.032 ton, NPK 5.319 ton, dan organik 5.224 ton.

Yusuf menambahkan, kondisi ini menggambarkan ketersediaan pupuk di Kabupaten Malang masih tetap aman hingga April mendatang. Pupuk bersubsidi dialokasikan bagi petani berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 130 Tahun 2014. Dalam permen ini diatur mengenai kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET). Dengan dasar ini, urea dijual seharga Rp1.800/kilogram (kg), ZA Rp1.400/kg, dan Sp 36 Rp2.000/kg.

Harga paling murah yakni pupuk organik, hanya Rp500/kg. Mashuri, pemilik Kios Sawahan di Desa Sukorejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang mengungkapkan, selama ini pihaknya mendistribusikan pupuk Petrokimia Gresik dengan mematok harga sesuai yang terdapat dalam HET. “Kita jual sesuai standar HET,” ucapnya.

Mashuri mengatakan kios pupuk miliknya melayani petani pengguna pupuk untuk 157 hektare. Luas ini tersebar di dua blok, utara dan selatan Gondanglegi. Dia berharap PT Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk selalu memerhatikan keluhan petani dengan mendistribusikan pupuk tepat waktu.

Yosef naiobe
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
7 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
7 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved