DPRD dan Pemprov DKI Kebut Bahas RAPBD 2015

Kamis, 19 Maret 2015 - 02:11 WIB
DPRD dan Pemprov DKI...
DPRD dan Pemprov DKI Kebut Bahas RAPBD 2015
A A A
JAKARTA - DPRD dan Pemprov DKI Jakarta akhirnya sepakat menggunakan APBD DKI 2015. Padahal sebelumnya, APBD tersebut dinyatakan bermasalah lantaran bukan hasil Paripurna.

Ketua Banggar DPRD DKI, Prasetio Edi marsudi mengatakan, bagaimanapun DKI Jakarta harus menggunakan APBD 2015 senilai Rp 73,08 Triliun. Sebab, apabila menggunakan pagu APBD-P 2014 senilai Rp 72,09 Triliun dengan peraturan Gubernur (Pergub), akan membuat berantakan pekerjaan Pemprov DKI.

"Jadi kan ada anggaran-anggaran yang dilarang oleh Kemendagri. Anggaran yang dicoret tersebut nanti diganti nomenklaturnya dipindahkan ke kegiatan lain," kata Prasetio Edi Marsudi di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Pras menjelaskan, dalam pembahasan evaluasi APBD yang dilakukan kemarin bersama dengan TAPD terfokus pada kegiatan yang dicoret oleh Kemendagri. Salah satunya yaitu duplikasi pembangunan sekolah yang seharusnya ada di Dinas Pendidikan tetapi yang mengerjakan Dinas Perumahan. Bahkan dinas pendidikan juga memiliki anggaran pemeliharaan.

"Kami secara internal akan mengupas item per item APBD dari kemendagri. Hasilnya akan kami bawa dalam pembahasan besok. Intinya kami mengupayakan DKI memakai APBD DKI 2015 berikut dengan Perda-nya," tegasnya.

Sementara itu, Sekda DKI Jakarta, Saefullah menegaskan, pembahasan yang dilakukan bersama Banggar berjalan cukup baik. Dimana kepala Dinas diminta menjelaskan kegiatan secara detail.

Salah satunya untuk Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) yang dicoret lantaran lebih besar dibanding dengan pembiayaan langsung penanganan banjir, jalan dan sebagainya.

Untuk TKD tersebut, kata saefullah, Banggar setuju dengan alasannya jika pemberian TKD tersebut untuk menuju pemerintahan yang bersih. Dimana, pegawainya harus digaji dengan baik agar tidak melakukan permintaan apapun kepada masyarakat.

PNS DKI juga dilarang keras main presentasi di sebuah proyek fisik dan non fisik. Presentasinya pun masih dibawah batas normal yakni 24 persen.

"Sabtu-minggu kami akan lembur agar Senin pagi bisa dikirim ke kemendagri untuk dijadikan perda. Kalau tidak sepakat nanti akan lari ke alternatif kedua. Kami berharap perda. Karena pemerintahan itu kan Gubernur dan DPRD," paparnya.
(ysw)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
38 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
56 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved