DKP API Kartini Gelar Aksi

Senin, 09 Maret 2015 - 11:25 WIB
DKP API Kartini Gelar...
DKP API Kartini Gelar Aksi
A A A
PALEMBANG - Peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI) kemarin dirayakan dengan aksi para perempuan di Kota Palembang. Di Bundaran Air Mancur, terjadi dua aksi ormas perempuan dalam menyikapi permasalah perempuan saat ini.

Meski memiliki pandangan sedikit berbeda, aksi itupun ramai dipadati kaum perempuan. Sekitar pukul 10.00 WIB, ormas perempuan DPK API Kartini Palembang, menggelar aksi dalam mengampayekan permasalahan kesetaraan perempuan. Menurut mereka, perempuan belum sejahtera karena masih menjadi komoditi dalam industri dan bisnis.

Kesetaraan perempuan menjadi pekerja dengan upah yang murah, sekaligus tidak terpenuhinya kebutuhan perempuan membuat nilai daya saing mereka menjadi rendah, “Saat ini, perempuan cenderung menjadi korban. Permasalahan yang dihadapi juga makin kompleks, seperti perdagangan perempuan, kekerasan dan pelecehan seks hingga pemerkosaan,” kata Koordinator Aksi Mariska Utari.

Berdasarkan data Komnas HAM, kekerasan terhadap perempuan dalam jangka waktu lima tahun memperlihatkan kasus dihadapi perempuan sebagai korban makin kompleks. Misalnya, dengan 93.960 kasus perempuan, terjadi di Indonesia, sebanyak 4.845 merupakan kasus pemerkosaan.

Sementara sisanya, merupakan kasus perdagangan perempuan dengan tujuan seksualitas, kasus pelecehan perempuan, penyiksaan seksual. “Itu data Komnas HAM 1998- 2011. Tingkat kekerasan perempuan sudah tinggi dan akan terus terjadi saat perempuan, sebagai korban,” ungkapnya.

Meski tidak lama menggelar aksinya, DKP API Kartini berharap kesetaraan perempuan akan lebih terbuka dan adil. Setelah aksi ormas perempuan itu, ormas muslimah HTI juga menggelar aksi. Dalam aksinya, mereka menyatakan tantangan sikap pada banyak ormas dan LSM perempuan yang menyatakan penerapan Perda Syariah malah mendeskriptifkan perempuan.

HTI malah mendorong penerapan peraturan yang mendasar pada sistem khilafah Islam. “8 Maret ini, HTI rayakan sebagai penentangan terhadap pemikiran organisasi perempuan yang masih keliru. Beberapa LSM menilai Perda Syahriah malah merugikan, akan tetapi pandangan itu salah,” ungkap Ketua DPD I Muslimah HTI Sumsel Syafrida Syafruddin.

Ia mengatakan, perda yang sesuai dengan syariah diperlukan dengan penerapan yang benar. Negara berhak menjamin kesejahteraan kaum perempuan yang saat ini terus menjadi alat pemenuhan sistem neoliberalisme.

Tasmalinda
(bhr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
53 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
3 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved