Bahayakan Pengendara Motor, Jalan Manthous Ditanami Pisang
Sabtu, 07 Maret 2015 - 10:17 WIB
Bahayakan Pengendara Motor, Jalan Manthous Ditanami Pisang
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Sejumlah warga yang berada di jalur Jalan Manthous sering dikagetkan dengan pengendara yang nyaris kecelakaan lantaran melewati jalan yang berlubang cukup dalam.
Untuk memberikan ramburambu secara manual dan kritikan terhadap perbaikan jalan, warga pun melakukan aksi penanaman pohon pisang. Jalur jalan yang menghubungkan Wonosari–Playen ini memang mengalami kerusakan cukup parah.
Jalur yang berada di Dusun Jatisari, Desa Playen misalnya, terdapat sedikitnya lima titik kerusakan yang membahayakan pengguna jalan. “Kalau malam hari, sering kali ada sepeda motor yang nyaris terjatuh karena melewati jalan berlubang itu,” tutur Warno, 80, warga sekitar jalan tersebut.
Dia pun bersama warga lainnya berusaha memberikan rambu- rambu agar pengendara berhati- hati. ”Kemarin malam ada pengendara motor yang jatuh. Jadi kami kasihan, maka kami tanami pisang,” katanya. Sebelum ditanami pisang, pihaknya sudah berusaha memberikan tanda dengan jerami.
Namun, karena sering mengagetkan pengendara, maka diganti dengan dua tanaman pisang. “Kami masih akan tanam tiga lagi di titik-titik lubang jalan di sekitar kami,” bebernya. Selain di jalur yang berada di Dusun Jatisari, kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Manthous, tepatnya di Dusun Glidak, Desa Logandeng.
Di jalur ini, beberapa titik juga mengalami kerusakan dengan lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan, terutama sepeda motor. Namun, belum ada kejelasan melakukan perbaikan jalur jalan tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Djaka Lelana mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengurusi jalan tersebut. Dia beralasan jalan tersebut masuk dalam wilayah jalan provinsi. “Kalau DPU bertanggung jawab untuk jalan kabupaten,” katanya.
Namun, dia akan melaporkan jalur jalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY. Sedangkan untuk jalan kabupaten secara bertahap akan dilakukan perbaikan dengan menimbang anggaran yang dimiliki.
Saat ini saja, lanjut dia, untuk jalan kabupaten tercatat sepanjang 104,32 KM mengalami kerusakan parah dari total panjang jalan kabupaten 628 kilometer. “Dana kami tahun ini terpangkas, jadi memang tidak bisa seluruhnya diperbaiki,” tandasnya.
Suharjono
Untuk memberikan ramburambu secara manual dan kritikan terhadap perbaikan jalan, warga pun melakukan aksi penanaman pohon pisang. Jalur jalan yang menghubungkan Wonosari–Playen ini memang mengalami kerusakan cukup parah.
Jalur yang berada di Dusun Jatisari, Desa Playen misalnya, terdapat sedikitnya lima titik kerusakan yang membahayakan pengguna jalan. “Kalau malam hari, sering kali ada sepeda motor yang nyaris terjatuh karena melewati jalan berlubang itu,” tutur Warno, 80, warga sekitar jalan tersebut.
Dia pun bersama warga lainnya berusaha memberikan rambu- rambu agar pengendara berhati- hati. ”Kemarin malam ada pengendara motor yang jatuh. Jadi kami kasihan, maka kami tanami pisang,” katanya. Sebelum ditanami pisang, pihaknya sudah berusaha memberikan tanda dengan jerami.
Namun, karena sering mengagetkan pengendara, maka diganti dengan dua tanaman pisang. “Kami masih akan tanam tiga lagi di titik-titik lubang jalan di sekitar kami,” bebernya. Selain di jalur yang berada di Dusun Jatisari, kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Manthous, tepatnya di Dusun Glidak, Desa Logandeng.
Di jalur ini, beberapa titik juga mengalami kerusakan dengan lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan, terutama sepeda motor. Namun, belum ada kejelasan melakukan perbaikan jalur jalan tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Djaka Lelana mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengurusi jalan tersebut. Dia beralasan jalan tersebut masuk dalam wilayah jalan provinsi. “Kalau DPU bertanggung jawab untuk jalan kabupaten,” katanya.
Namun, dia akan melaporkan jalur jalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY. Sedangkan untuk jalan kabupaten secara bertahap akan dilakukan perbaikan dengan menimbang anggaran yang dimiliki.
Saat ini saja, lanjut dia, untuk jalan kabupaten tercatat sepanjang 104,32 KM mengalami kerusakan parah dari total panjang jalan kabupaten 628 kilometer. “Dana kami tahun ini terpangkas, jadi memang tidak bisa seluruhnya diperbaiki,” tandasnya.
Suharjono
(ftr)