Kongres Pemuda Surabaya Ditandai Film Tjokroaminoto

Jum'at, 06 Maret 2015 - 10:01 WIB
Kongres Pemuda Surabaya...
Kongres Pemuda Surabaya Ditandai Film Tjokroaminoto
A A A
SURABAYA - Kongres Pemuda Surabaya 2015 yang digelar Yayasan Keluarga Besar Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto menandai peluncuran film Guru Besar Tjokroaminoto di Surabaya, kemarin.

”Kongres merupakan salah satu rangkaian kegiatan film untuk menyosialisasikan semangat dan nilai perjuangan seorang tokoh pergerakan nasional,” ujar Ketua YKB HOS Tjokroaminoto, Ai Tjokroaminoto, di sela peluncuran film, tepat di pelataran rumah peninggalan Tjokroaminoto di Jalan Peneleh VII Nomor 29-31, Surabaya.

Kongres digelar di Balai Pemuda Surabaya diikuti sekitar 450 mahasiswa dari sejumlah universitas dengan menghadirkan aktris senior dan produser Christine Hakim mewakili Garin Nugroho; aktor muda dan pemeran tokoh utama, Reza Rahardian; Sabrang Noe (artis), serta keluarga besar HOS Tjokroaminoto.

Menurut dia, tujuan utama kongres ini yakni mengumpulkan anak muda Indonesia di tiga kota, masing-masing Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta, serta membuat kesepakatan Resolusi Anak Muda Indonesia (RAMI) 2015 mengenai empat hal, yakni kemerdekaan, persamaan, persaudaraan dan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Christine Hakim yang juga produser film Guru Besar Tjokroaminoto mengaku terharu dan bangga bisa menyelesaikan film yang menceritakan dan mengajarkan tentang pentingnya nasionalisme. ”Tjokroaminoto adalah guru besar. Dia adalah guru Presiden Soekarno, KH Hasyim Asyaari, Tan Malaka, Semaoen, Alimin, Muso, Kartosuwiryo, dan beberapa tokoh bangsa lainnya,” ucapnya sambil menitikkan air mata.

Hal senada disampaikan Reza Rahardian, aktor sekaligus pemeran utama yang mengaku bersyukur bisa memerankan tokoh sebesar Tjokroaminoto. ”Film ini sangat penting untuk menyosialisasikan sejarah berdirinya Indonesia yang mulai dilupakan. Buktinya, saat ada pertanyaan siapa Tjokroaminoto, yang kita tahu hanya nama pahlawan, tapi tidak sejarahnya. Ironisnya, kita juga tahu hanya sekadar nama jalan,” ucapnya.

Sementara itu, cucu Tjokroaminoto, Harjono Sigit Bahrul Salam, mengaku senang ketika perjuangan sang kakek dibuat film, karena sebagai bentuk rekonstruksi kembali sejarah yang mulai dilupakan.

”Semoga ceritanya mampu mempengaruhi generasi muda sekaligus inspirasi untuk semakin bangga dan cinta terhadap Tanah Air,” kata ayah kandung penyanyi Maia Estianti, yang juga pernah menjabat rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.

Soeprayitno/ant
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
26 menit yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
32 menit yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
1 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
1 jam yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
2 jam yang lalu
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved