Upaya Jaga Tradisi dan Mengembangbiakan Sapi

Senin, 02 Maret 2015 - 12:00 WIB
Upaya Jaga Tradisi dan...
Upaya Jaga Tradisi dan Mengembangbiakan Sapi
A A A
SLEMAN - Ratusan gerobak sapi memeriahkan pengukuhan paguyuban gerobak sapi, Makarti Roso Manunggal Sleman Timur yang dipusatkan di lapangan Desa Tirtomartani, Kalasan, kemarin.

Tak hanya pemilik gerobak sapi, warga juga antusias dengan pawai yang digelar ratusan gerobak sapi tersebut. Ketua panitia pengukuhan paguyuban gerobak sapi, Slamet mengatakan, pembentukan paguyuban ini selain mempersatukan para penggemar gerobak sapi, khususnya di wilayah Sleman Timur, juga untuk mempertahankan budaya dan tradisi masyarakat serta yang tidak kalah penting, yakni menumbuhkembangkan usaha ternak sapi.

“Jadi paguyuban ini tidak semata-mata kelangen saja, tetapi juga soal pengembangan perekonomian, baik ternak sapi maupun gerobaknya,” ungkap Slamet yang juga kepala Dukun Jetis, Tirtomartani, Kalasan, Sleman di sela-sela kegiatan, kemarin. Slamet menjelaskan, pembentukan paguyuban tersebut bukan tanpa alasan. Sebab walau di Sleman wilayah timur banyak yang memiliki gerobak sapi, namun belum ada paguyubannya.

Sehingga untuk kegiatan, baik yang menyangkut event (lomba dan festival) maupun pengembangan usaha peternakan sapi masih bergabung dengan paguyuban di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Selain itu, juga untuk mempertahankan kendaraan tradisional asli Indonesia. Sebab gerobak ini, pada 1985 sampai 2009 sempat vakum.

Bahkan dapat dikatakan hampir hilang dan baru 2010 mulai lagi ada kegiatan sampai sekarang. Sehingga dengan pengukuhan paguyuban ini diharapkan akan semakin menggugah naluri budaya, khususnya kendaraan tradisional gerobak. “Apalagi gerobak sapi ini juga turut andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yaitu sebagai kendaraan pengangkut logistik,” paparnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, keberadaan paguyuban gerobak sapi ini diharapkan bisa mendongkrak sapi lokal. Apalagi melihat potensi yang cukup besar, sapi lokal juga menjadi produk unggulan di Sleman. Sehingga, sudah seharusnya menjadi perhatian bagi peternak untuk terus mengembangkan komoditasnya.

Priyo setyawan
(bhr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved