Padukan Perpustakaan dengan Studio Musik

Minggu, 01 Maret 2015 - 11:32 WIB
Padukan Perpustakaan...
Padukan Perpustakaan dengan Studio Musik
A A A
SURABAYA - Pesatnya perkembangan teknologi media membawa konsekuensi perilaku masyarakat dalam mencari informasi terutama, kalangan muda. Perpustakaan kini tidak bisa lagi sebatas menawarkan koleksi buku yang lengkap, kebersihan, kenyamanan dan ketenangan.

Lebih dari itu, perpustakaan sekarang bisa dipadupadankan dengan studio musik. Di saat jenuh mencari dan membaca literatur, pengunjung bisa memainkan alat musik. Pertanyaan yang kemudian muncul apa tidak bising? Apa tidak mengganggu pengunjung lain? Pertanyaan sekaligus kekhawatiran ini tidak berlaku dalam Perpustakaan Hibrida Bagi Kaum Muda di Surabaya.

Perpustakaan rancangan Wongso Michael Wongkar ini ditawarkan dan layak dipertimbangkan untuk diaplikasikan. ”Perpustakaan sekarang perlu fenomena sekarang sehingga fungsinya sebagai wadah pencarian informasi menjadi gaya hidup masyarakat,” tutur Wongso, kemarin.

Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ini ingin ke depan perpustakaan di Surabaya dan bahkan Indonesia tidak lagi konvensional. ”Saya observasi ke perpustakaan milik Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim. Rata-rata pengunjungnya anak-anak muda.

Dari sini saya terdorong merancang perpustakaan hibrida ini,” kata pria kelahiran 28 Desember 1991 ini. Perpustakaan hibrida yang juga menerapkan teknologi digital bisa membuat pengunjungnya browsing data yang dicari dengan dilengkapi suara. Earphone personal bisa digunakan supaya tidak mengganggu pengunjung lainnya.

”Pengunjung yang main musik atau piano di perpustakaan juga tidak mengganggu pengunjung lain. Ini karena yang main musik atau piano juga menggunakan earphone ,” papar alumni SMA Sinlui 1 Surabaya ini. Jadi dalam perpustakaan tetap tenang. Konsep rancangan Wongso ini pas diaplikasikan di perkotaan dan padat, hadapi keterbatasan lahan.

Teman satu program pendidikan Wongso, Patricia Ellen Setiawan tidak mau kalah. Patricia yang sempat ikut Miss Indonesia ini membuat rancangan Museum Tragedi Mei 1998. Keluarganya di Jakarta yang menjadi korban kerusuhan hingga harus mengungsi dan kesulitan mencari makan menjadi salah satu latar belakang pembuatan rancangan itu. ”Tragedi 1998 sampai sekarang juga tidak jelas pengungkapan kasusnya.

Karena itu, rancangan museum ini saya buat agar masyarakat selalu ingat jika museum jadi dibangun sebagai tindak lanjut rancangan ini,” kata Patricia. Menariknya, pada rancangan ini menawarkan inovasi. ”Tiap tanggal 12 Mei, sinar matahari bisa masuk dan langsung menerangi bagian dalam museum. Ini ada rumusnya, hitunghitungannya,” papar gadis kelahiran 15 April 1992 ini.

Soeprayitno
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
6 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Lingkar Barat Nagreg Macet Mengular hingga 5 Kilometer
6 jam yang lalu
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
6 jam yang lalu
Lerai Bentrokan Warga,...
Lerai Bentrokan Warga, Kanit Intel Polsek Wahai Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal
7 jam yang lalu
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
7 jam yang lalu
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved