Polda Identifikasi 6 Kelompok Begal di Ibu Kota
Rabu, 25 Februari 2015 - 18:02 WIB
Polda Identifikasi 6 Kelompok Begal di Ibu Kota
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mencurigai enam kelompok begal motor yang kerap beraksi di Jabodetabek. Enam kelompok ini dikenal sangat sadis dalam beraksi karena tak segan-segan melukai dan membunuh korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan, saat ini kepolisian mencurigai enam sindikat begal motor yang belakangan marak di wilayah hukum Jabodetabek."Enam kelompok sadis ini berasal dari Lampung, Pandeglang, Bekasi, Karawang, Bogor dan Depok," jelas Martinus di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2015).
Martinus menuturkan, diketahuinya enam kelompok ini merupakan informasi dari pelaku-pelaku yang sudah ditangkap. Kelompok ini memang terkenal sadis. Bahkan, mereka tak segan-segan melukai dan membunuh target sasarannya.
"Kenapa marak karena memang modus yang dilakukan adalah sangat sadis. Dengan membacok korbannya dan bahkan menggunakan senjata api," ucapnya. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan operasi dan razia ke beberapa tempat di Jakarta yang dianggap rawan akan aksi begal motor.
Kemudian sasaran polisi selanjutnya yaitu jalan yang minim penerangan jalan."Tapi kami tidak mau beritahu dulu, di mana lokasi-lokasinya," tukasnya. Selain itu, Martinus mengimbau kepada seluruh wilayah yang memiliki indekos atau kontrakan untuk bisa mendata ulang warganya.
Pasalnya, kelompok ini biasanya mengontrak satu lokasi dengan ditempati banyak orang. "Jadi mereka ini biasanya tinggal dengan berkelompok, jadi masyarakat harus curiga jika melihat mereka sering berganti-ganti motor dan lainnya," tukasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan, saat ini kepolisian mencurigai enam sindikat begal motor yang belakangan marak di wilayah hukum Jabodetabek."Enam kelompok sadis ini berasal dari Lampung, Pandeglang, Bekasi, Karawang, Bogor dan Depok," jelas Martinus di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2015).
Martinus menuturkan, diketahuinya enam kelompok ini merupakan informasi dari pelaku-pelaku yang sudah ditangkap. Kelompok ini memang terkenal sadis. Bahkan, mereka tak segan-segan melukai dan membunuh target sasarannya.
"Kenapa marak karena memang modus yang dilakukan adalah sangat sadis. Dengan membacok korbannya dan bahkan menggunakan senjata api," ucapnya. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan operasi dan razia ke beberapa tempat di Jakarta yang dianggap rawan akan aksi begal motor.
Kemudian sasaran polisi selanjutnya yaitu jalan yang minim penerangan jalan."Tapi kami tidak mau beritahu dulu, di mana lokasi-lokasinya," tukasnya. Selain itu, Martinus mengimbau kepada seluruh wilayah yang memiliki indekos atau kontrakan untuk bisa mendata ulang warganya.
Pasalnya, kelompok ini biasanya mengontrak satu lokasi dengan ditempati banyak orang. "Jadi mereka ini biasanya tinggal dengan berkelompok, jadi masyarakat harus curiga jika melihat mereka sering berganti-ganti motor dan lainnya," tukasnya.
(whb)