Banyak Pengaduan, KPP Desak BPJS Bentuk AO

Jum'at, 13 Februari 2015 - 12:04 WIB
Banyak Pengaduan, KPP...
Banyak Pengaduan, KPP Desak BPJS Bentuk AO
A A A
SURABAYA - Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jawa Timur mendesak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membentuk struktur fungsional atau sejenis account officer (AO).

Ini menyusul banyak pengaduan dari sejumlah perusahaan atas masalah yang timbul dalam implementasi BPJS. KPP menilai selama ini pengaduan dari masyarakat terkait BPJS sering tidak tertangani dengan baik. Ini terjadi karena tidak ada bidang khusus yang menangani pengaduan itu.

“AO ini penting terutama dalam menangani pengaduan dari badan usaha. Agar efektif, satu orang AO diberi tanggung jawab terhadap beberapa perusahaan. Sehingga apabila ada permasalahan maka badan usaha cukup berhubungan dengan satu orang AO saja. Karena apabila satu permasalahan ditangani oleh lebih dari satu orang akan mengurangi efektivitas penyelesaian masalah,” papar Komisioner KPP Nuning Rodiyah kemarin.

Nuning meminta BPJS terus- menerus memperbaharui mekanisme penanganan pengaduan sehingga tidak hanya sebagai unit pencatat keluhan, tapi dapat memberikan solusi penyelesaian secara cepat dan tepat. “Bila perlu, BPJS juga melakukan monitoring secara periodik kepada rumah sakit yang sudah berkerja sama dengan BPJS, dan memberikan teguran apabila memberikan pelayanan tidak sesuai dengan standar BPJS,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi E DPRD Jatim juga mengusulkan adanya Dewan Kesehatan Provinsi (DKP). Lembaga ini diperlukan untuk mengatasi kesemrawutan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Ini masih sebatas wacana. Kansudah ada dewan pendidikan Jawa Timur. Masalah kesehatan, juga tidak kalah penting dengan masalah pendidikan,” kata Ketua Komisi E DPRD Jatim Agung Mulyono.

Politikus dari Fraksi Partai Demokrat ini menerangkan, jika nanti wacana ini diterima maka sebagai landasan hukumnya akan dimasukkan dalam perda.

Ihya’ ulumuddin
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
26 menit yang lalu
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
33 menit yang lalu
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
42 menit yang lalu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
59 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
1 jam yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved