Pemkot Dinilai Tak Serius Tangani Banjir
Rabu, 11 Februari 2015 - 15:05 WIB
Pemkot Dinilai Tak Serius Tangani Banjir
A
A
A
SURABAYA - Kalangan DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar serius menangani banjir yang terjadi di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pakal akibat luapan Kali Lamong.
”Kamis (12/2) besok, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas ini,” kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri, kemarin. Menurut dia, pihaknya mengamati pemkot kurang maksimal dalam mengantisipasi banjir yang terjadi di perbatasan Surabaya dengan Gresik setiap tahunnya. Mestinya, kata dia, pemkot bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik sekaligus Pemerintahan Provinsi Jatim.
”Selama ini tidak tampak apa yang sudah dilakukan pemkot. Padahal APBD Surabaya cukup besar untuk mengatasi hal itu,” katanya. Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan, Pemkot Surabaya mesti mencontoh Pemerintah Kabupaten Gresik yang berhasil mendapatkan proyek pembangunan tanggul dengan dana APBN di sepanjang Sungai Lamong.
”Selama ini, Pemkot Surabaya hanya memperhatikan beberapa wilayah utamanya, pusat kota, sementara untuk bagian barat terkesan ada perilaku pembiaran,” katanya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya menyarankan Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBPWS) agar mendapat bantuan pembuatan tanggul.
”Jangan hanya menunggu anggaran dari APBD, karena kemungkinan itu tipis. Pemkot Surabaya harusnya bisa menggandeng BBPWS sehingga bisa dibantu pusat dengan anggaran APBN, masalahnya dana yang dibutuhkan sangat besar,” katanya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya mengantisipasi banjir dengan menambah empat rumah pompa di sejumlah wilayah, yaitu di Gunung Anyar, Ikan Mungsing, Kali Bokor, dan Kalidami.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, rumah pompa tersebut diharapkan bisa cepat mengalihkan genangan air apabila terjadi banjir. ”Pembangunan rumah pompa itu merupakan salah satu program pengendalian banjir. Setiap tahunnya memang kami selalu menambah jumlah pompa, empat ini diharapkan menjadi solusi agar warga di kawasan tersebut tidak sampai tergenang banjir lagi,” katanya.
Lukman hakim/ant
”Kamis (12/2) besok, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas ini,” kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri, kemarin. Menurut dia, pihaknya mengamati pemkot kurang maksimal dalam mengantisipasi banjir yang terjadi di perbatasan Surabaya dengan Gresik setiap tahunnya. Mestinya, kata dia, pemkot bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik sekaligus Pemerintahan Provinsi Jatim.
”Selama ini tidak tampak apa yang sudah dilakukan pemkot. Padahal APBD Surabaya cukup besar untuk mengatasi hal itu,” katanya. Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan, Pemkot Surabaya mesti mencontoh Pemerintah Kabupaten Gresik yang berhasil mendapatkan proyek pembangunan tanggul dengan dana APBN di sepanjang Sungai Lamong.
”Selama ini, Pemkot Surabaya hanya memperhatikan beberapa wilayah utamanya, pusat kota, sementara untuk bagian barat terkesan ada perilaku pembiaran,” katanya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya menyarankan Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBPWS) agar mendapat bantuan pembuatan tanggul.
”Jangan hanya menunggu anggaran dari APBD, karena kemungkinan itu tipis. Pemkot Surabaya harusnya bisa menggandeng BBPWS sehingga bisa dibantu pusat dengan anggaran APBN, masalahnya dana yang dibutuhkan sangat besar,” katanya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya mengantisipasi banjir dengan menambah empat rumah pompa di sejumlah wilayah, yaitu di Gunung Anyar, Ikan Mungsing, Kali Bokor, dan Kalidami.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, rumah pompa tersebut diharapkan bisa cepat mengalihkan genangan air apabila terjadi banjir. ”Pembangunan rumah pompa itu merupakan salah satu program pengendalian banjir. Setiap tahunnya memang kami selalu menambah jumlah pompa, empat ini diharapkan menjadi solusi agar warga di kawasan tersebut tidak sampai tergenang banjir lagi,” katanya.
Lukman hakim/ant
(bbg)