Tiket Masuk Objek Wisata Akan Dinaikkan

Sabtu, 07 Februari 2015 - 10:13 WIB
Tiket Masuk Objek Wisata...
Tiket Masuk Objek Wisata Akan Dinaikkan
A A A
BANTUL - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul tengah menggodok kemungkinan menaikkan retribusi tiket ke objek wisata Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo.

Sebab selama ini besaran retribusi tiket masuk di kawasan objek wisata barat Sungai Opak masih timpang dengan tiket masuk Pantai Parangtritis. Kepala Disbudpar Bantul Bambang Legowo mengakui jika memang ada perbedaan tiket masuk kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok dengan Pantai Samas hingga Pantai Depok. Di Pantai Parangtritis yang satu kompleks dengan Pantai Depok, tiket masuk yang di bebankan kepada pengunjung senilai Rp5.000 termasuk asuransi.

Sementara di barat Sungai Opak, tiket masuk hanya Rp3.500 dan itu pun untuk empat obyek wisata. “Dari Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo sudah ada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sehingga satu tiket bisa untuk empat obyek wisata,” tuturnya, kemarin. Kenaikan retribusi sangat dimungkinkan agar tidak terjadi ketimpangan seiring dengan pembukaan JJLS.

Setelah pembukaan JJLS, single tiket untuk empat objek wisata masing-masing Pantai Samas, Cemara Baru, Pandansari, Gua Cemara ataupun Pantai Baru dengan harga Rp3.500 dinilai terlalu murah. Padahal single tiket mirip dengan yang diberlakukan di Gunung kidul. Di Gunungkidul harga tiketnya jauh lebih tinggi, yakni senilai Rp10.000 sekali masuk.

Kenaikan harga tiket tersebut juga nantinya akan sedikit membantu Disbudpar dalam mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwi sata. Tahun ini, Disbudpar Ban tul dibebani target PAD senilai Rp10,5 miliar atau naik dibanding dengan target tahun sebelumnya senilai Rp9,5 miliar. “Dilihat dari target PAD, maka harus ada kenaikan jumlah wisatawan menjadi 2,5 juta orang,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono mengungkapkan, memang ada wacana un tuk menyeragamkan tiket masuk ke obyek wisata di sepanjang JJLS dengan kawasan pantai Parangtritis dan Depok. Namun untuk menuju hal tersebut perlu melalui beberapa tahap, di antaranya harus membentuk peraturan daerah (perda). “Kalau perda sudah ada, nanti disusul dengan penerbitan peraturan bupati (perbup),” ungkapnya.

Menurutnya, Bantul memang tengah fokus untuk menggarap wisata berbasis budaya seiring dengan keistimewaan DIY. Beberapa titik kawasan cagar budaya nantinya akan di kembangkan dengan meman faatkan alokasi dana keistimewaan.

Erfanto Linangkung
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved