PKL Pasar Minggu Tolak Penggusuran

Selasa, 03 Februari 2015 - 14:01 WIB
PKL Pasar Minggu Tolak...
PKL Pasar Minggu Tolak Penggusuran
A A A
MALANG - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Semeru dan Jalan Tenes mendatangi Balai Kota Malang, kemarin. Mereka memprotes penggusuran yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Minggu (1/2).

Para PKL ini merupakan pedagang musiman di Pasar Wisata Tugu. Mereka hanya berjualan pada hari Minggu bertepatan dengan ada Pasar Wisata Tugu. Keberadaan PKL ini sempat membuat cemburu pedagang di Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Tugu. Bahkan, mereka sempat melontarkan protes ke pemkot atas keberadaan PKL ini. Mereka menilai PKL ini menciptakan kemacetan dan membuat Pasar Wisata Tugu sepi pengunjung.

Koordinator PKL Jalan Tenes, Hermato menyatakan, aksi penggusuran oleh Satpol PP tak beralasan. Menurutnya, keberadaan PKL di Jalan Tenes tidak mengganggu arus lalu lintas. “Kalau yang ada di Jalan Semeru memang membuat macet, kami meminta wali kota agar yang ada di Jalan Semeru bisa dimasukkan ke Jalan Tenes,” ujarnya. Jumlah PKL yang ada di kedua jalan itu, menurutnya, mencapai sekitar 200 orang.

Mereka selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun Merdeka. Tetapi, karena di Alun-Alun Merdeka sudah dilarang, mereka hanya mengandalkan mencari uang di kawasan Pasar Wisata Tugu dan hanya seminggu sekali.

Dia meminta aparat Pemkot Malang tidak asal menggusur. Namun, harus memperhatikan nasib rakyat kecil yang hanya bisa mencari uang dengan berjualan. “Kalau semua digusur, terus kami mencari makan di mana. Kami mengadukan nasib kami ke wali kota dan para anggota dewan agar segera ada solusinya. Minimal tetap diperbolehkan berjualan di Jalan Tenes,” tuturnya.

Salah seorang PKL di Jalan Semeru, Winarti mengaku, kemarin Minggu (1/2), tidak diberi tahu terlebih dahulu tiba-tiba sudah ada petugas yang menggusurnya. “Saya biasanya berjualan boneka di Alun-Alun Merdeka, tetapi sekarang sudah dilarang. Harapannya tinggal di kawasan Pasar Wisata Tugu ini. Sekali jualan di kawasan Pasar Wisata Tugu, kami bisa dapat penghasilan antara Rp200 ribu-400 ribu,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy menyatakan, penertiban PKL lebih didasarkan pada upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan di masyarakat. “Sesuai Perda No 1/2000 tentang PKL dan Peraturan Wali Kota No 580/2000 tentang PKL. Kawasan Stadion Gajayana harus bersih dari PKL, sehingga langkah yang kami lakukan sudah sesuai aturan,” katanya.

Yuswantoro
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
18 menit yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
43 menit yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
1 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
1 jam yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
2 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Minggu 22 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved