Setiap Turun Hujan SD Karangjompo Terendam Air dan Limbah Pabrik

Sabtu, 31 Januari 2015 - 11:34 WIB
Setiap Turun Hujan SD...
Setiap Turun Hujan SD Karangjompo Terendam Air dan Limbah Pabrik
A A A
KAJEN - Setiap turun hujan, halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangjompo, Kecamatan Tirto, KabupatenPekalong antergenang air bercampur limbah pabrik tekstil dan home industry batik.

“Seminggu lalu kami masih terendam air Mas. Rata-rata ketinggian air bisa mencapai 40 sentimeter (cm),” ujar Kepala SDN Karangjompo Gho zali saat ditemui KORAN SINDO kemarin. Kondisi ini membuat para siswa tidak nyaman. Bau limbah, terutama amoniak sangat menyengat membuat para siswa mual dan muntah. Selain itu, mereka juga sesak nafas. Akibatnya, saat puncak banjir sekitar sepekan yang lalu, para siswa terpaksa dipulangkan lebih awal.

Pihaknya khawatir jika nantinya para siswa setempat terserang penyakit. “Jadi terpaksa sekitar tiga hari kami berlakukan belajar kelompok di rumah masingmasing. Kasih an yang kelas VI tidak bisa fokus belajar. Padahal waktu UN su dah mepet,” ungkapnya. Kondisi ini sudah lama dialami di sekolah itu. Pihaknya sudah sering melayangkan protes terhadap pihak pabrik. “Namun juga masih sering bocor. Malah, awalnya pihak pabrik sempat mengelak dan mengatakan bahwa itu hanya limbah dari homeindustry batik di sekitar sini,” papar Ghozali.

Sejak sering terkena genangan air hujan dan limbah pabrik, warga sekitar sekolah enggan menyekolahkan anaknya di situ. “Taman kanak-kanak (TK) ada di sekitar sini, tapi setelah lulus ya milih SD di Kota Pekalongan atau swasta yang lebih bagus ketimbang di sini,” kata dia. Dia mengaku sudah menempuh berbagai cara untuk menarik minat para siswa. Seperti memberikan seragam batik mau pun seragam olahraga gratis bagi siswa yang bersedia bersekolah di SDN Karangjompo. “Sampai-sampai saya beri insentif kepada guru yang bisa mencari siswa untuk bersedia bersekolah di sini. Sampai sekarang total siswa kami dari kelas 1-6 hanya 120 siswa,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Umaidi membenarkan limbah yang terjadi di SDN Karangjompo tersebut. Meski demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan rumah warga sebagai langkah daruratagarpara siswatetapbisa belajar. “Sedangkan biaya sewanya akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak pabrik. Kami juga sudah minta pabrik itu un tuk memperbaiki saluran pembuangan limbahnya,” tandasnya.

Kepala UPT Disdik Tirto, Suwarto, menambahkan, setidaknya ada lima sekolahan yang terendam air saat banjir atau rob di wilayah Kecamatan Tirto. Kelimanya adalah SDN Karangjumpo, SDN Tegaldowo, SDN Je ruksari, dan SDN Kranding.

Prahayuda Febrianto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved