Sempat Hanyut di Kali, Bocah SD Ini Selamat Ditolong Warga
Selasa, 20 Januari 2015 - 07:00 WIB
Sempat Hanyut di Kali, Bocah SD Ini Selamat Ditolong Warga
A
A
A
SEMARANG - Seorang bocah kelas IV SD selamat meski sempat hanyut terbawa arus Kali Cacil di Jatingaleh, Kota Semarang, Senin (19/1/2015) petang. Bocah itu hanyut sekitar 500 meter, bahkan sempat masuk gorong-gorong.
Bocah itu bernama Hendar, yang tinggal di Paldam (asrama tentara) di Jatingaleh, Kota Semarang.
Bocah itu hanyut arus sungai saat hujan deras mengguyur Kota Semarang menjelang sore. Kejadian sekira pukul 17.00 WIB.
Korban hanyut ditemukan kali pertama oleh Sabar (46) warga Jangli Tlawah VIII nomor 5B RT04/RW02, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
"Awalnya saya kira hantu, ada anak kecil teriak minta tolong. Ternyata saat saya cek, ada anak kecil hanyut di sungai belakang rumah persis," katanya saat ditemui di rumahnya Senin (19/1/2015) malam.
Anak kecil itu terus meminta tolong sambil pegangan paralon belakang rumah Sabar. Karena arus sungai cukup deras, Sabar meminta tolong tiga tetangganya, Rakimin, Abu dan Sairin.
"Awalnya saya turunkan tangga, tapi tidak kuat naik. Akhirnya kami melemparkan tali, kemudian diangkat. Masuk lewat jendela rumah saya. Keadaannya masih sadar," ungkap dia.
Bocah itu telanjang dada, memakai celana pendek merah (celana SD). Hendar selamat meski ada beberapa luka di tubuhnya.
Dia masih bisa bercerita kalau awalnya bermain-main di sekitar sungai, terpeleset, lalu hanyut.
Rakimin, warga yang ikut menolong betul-betul bersyukur dengan keadaan korban meski telah hanyut di arus sungai itu.
"Padahal itu jaraknya dari dia hanyut ada 500 meter. Juga melewati gorong-gorong cukup panjang dan sempit," timpalnya.
Berbekal informasi korban, akhirnya diantarkan ke rumah orang tuanya.
Bocah itu bernama Hendar, yang tinggal di Paldam (asrama tentara) di Jatingaleh, Kota Semarang.
Bocah itu hanyut arus sungai saat hujan deras mengguyur Kota Semarang menjelang sore. Kejadian sekira pukul 17.00 WIB.
Korban hanyut ditemukan kali pertama oleh Sabar (46) warga Jangli Tlawah VIII nomor 5B RT04/RW02, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
"Awalnya saya kira hantu, ada anak kecil teriak minta tolong. Ternyata saat saya cek, ada anak kecil hanyut di sungai belakang rumah persis," katanya saat ditemui di rumahnya Senin (19/1/2015) malam.
Anak kecil itu terus meminta tolong sambil pegangan paralon belakang rumah Sabar. Karena arus sungai cukup deras, Sabar meminta tolong tiga tetangganya, Rakimin, Abu dan Sairin.
"Awalnya saya turunkan tangga, tapi tidak kuat naik. Akhirnya kami melemparkan tali, kemudian diangkat. Masuk lewat jendela rumah saya. Keadaannya masih sadar," ungkap dia.
Bocah itu telanjang dada, memakai celana pendek merah (celana SD). Hendar selamat meski ada beberapa luka di tubuhnya.
Dia masih bisa bercerita kalau awalnya bermain-main di sekitar sungai, terpeleset, lalu hanyut.
Rakimin, warga yang ikut menolong betul-betul bersyukur dengan keadaan korban meski telah hanyut di arus sungai itu.
"Padahal itu jaraknya dari dia hanyut ada 500 meter. Juga melewati gorong-gorong cukup panjang dan sempit," timpalnya.
Berbekal informasi korban, akhirnya diantarkan ke rumah orang tuanya.
(sms)