Wabah BDB Menyerang, Dinkes Lakukan Fogging

Jum'at, 16 Januari 2015 - 13:11 WIB
Wabah BDB Menyerang,...
Wabah BDB Menyerang, Dinkes Lakukan Fogging
A A A
MALANG - Sedikitnya tiga RT di Kelurahan Cepoko Mulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, diserang wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan, Abdurachman mengatakan, telah memeriksa epedimiologis di tempat kejadian. Untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini, Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan atau fogging di wilayah penyebaran wabah DBD, seperti di RT 19, 20, dan 21, di Kelurahan Cepoko Mulyo, Kamis (15/1).

Abdurachman menegaskan kasus ini belum masuk kategori kejadian luar biasa. Tindakan yang dilakukan hanya melalui fogging . “Ini bukan KLB namun untuk mencegahnya, kami lakukan pengasapan di rumah penduduk,” katanya.

Kepala Puskesmas Kepanjen, dr Wahyu Widiyanti menjelaskan, penyebaran virus DBD dari nyamuk aides aigepty . Karena itu, dia meminta warga memperhatikan kebersihan lingkungannya. “Warga harus sering menguras bak mandi, pekarangan rumah, dan genangan air, karena di situ tempat bersarangnya jentik nyamuk ini,” katanya saat menyaksikan petugasnya menyemprotkan asap di pekarangan rumah warga.

Tindakan ini, kata dia, sifatnya membasmi. Namun yang utama adalah mencegah penyebaran atau perkembangbiakan nyamuk penyebab virus BDB melalui kebersihan lingkungan. Dalam kasus ini terdapat satu keluarga menderita BDB dan menjalani perawatan medis. Wahab, salah satu pasien BDB menuturkan, dia bersama keluarganya menderita DBD. “Pertama saya yang kena. Kemudian anak saya, Faris. Tidak lama berselang, istri saya,” tuturnya.

Lurah Cepoko Mulyo, Nita Dwi Prasetyaningtyas mengatakan, setelah mengetahui ada warga yang menderita DBD, dia langsung menyurati petugas kesehatan untuk melakukan tindakan melalui fogging . Selain DBD, Lurah Nita juga membenarkan warganya ada mengalami penyakit cikungunya.

“Warga saya banyak yang menderita BDB dan cikungunya sehingga saya minta petugas untuk fogging ,” katanya. Penyebaran virus BDB melalui nyamuk aides aigepty hanya membutuhkan waktu tujuh hingga 10 hari untuk bertumbuh menjadi dewasa. Jika kondisi hujan tidak normal, maka akan mempercepat proses pertumbuhannya. Nyamuk ini juga diketahui penyebab DBD.

Yosef naiobe
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
57 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved