Ketika Sosmed Jadi Candu

Sabtu, 10 Januari 2015 - 12:08 WIB
Ketika Sosmed Jadi Candu
Ketika Sosmed Jadi Candu
A A A
SURABAYA - Sosial Media(Sosmed) membuat banyak orang kecanduan. Faceook, tweeter, instagram, dan sosmed lainnya tak ubahnya seperti narkotika, menjadikan pemilik gadget ketagihan.

Jelang tidur, bangun tidur, hingga mau tidur lagi tak lupa upload status. Bahkan untuk menu makan-minum (mamin) pagi, siang dan malam tidak jarang ikut diunggah. Selain sebagai gaya hidup agar tidak dikatakan katrok alias ndeso, ber-sosmed ria bisa untuk menunjukan eksistensi diri.

Bahkan ada yang bilang sebagai ajang narsis. Lantaran sudah menjadi candu, jangan kaget jika ada pengendara sepada motor menyempatkan mengotak-atik smartphone. Pengemudi mobil tak mau kalah. Disela berhenti karena lampu merah, dia langsung menyambar handphone di dashboard mobil. Ini menambah tinggi angka kecelakaan.

“Sekarang sosmet atau media online sudah mempengaruhi perilaku setiap orang. Media Sosial menciptakan ketergantungan pada setiap orang,” kata Isa Ansori, narasumber seminar psikologi abnormal bertema Diet Media Sosial, di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, kemarin.

Tanpa sosmed ada yang menganggap hidup belum lengkap atau ada sesuatu yang hilang. “Padahal orang yang kecanduan media sosial sering dikatakan sebagai orang autis. Autis bukan arti sebenarnya. Orang itu menunduk, sibuk dengan handphonenya, tanpa mempedulikan sekitar. Interaksi sosial telah hilang.

“Hal semacam ini sama dengan kecanduan zat aditif. Ini masuk kategori penyakit psikologis, yakni gangguan pemusatan perhatian, dan gangguan tingkah laku karena ketergantungan pada benda,” beber pria berkacamata minus ini. Mereka yang kecanduan narkotika bisa direhabilitasi dengan terapi klinik.

Lain halnya dengan pecandu sosmed, mereka ketakutan kehilangan informasi. “Jangan kecanduan media sosial menjadi penyakit sosial. Banyak kejadian negatif akibat orang kecanduan sosmed. Contoh, ada kasus kriminalitas terhadap korban yang dikenal pelaku melalui sosial media. Belum lagi tindak pelanggaran hukum lainnya,” rincinya.

Isa yang juga ketua Hotline Pendidikan Jatim ini membeber kasus Prita, Florence dan kasus lainnya yang mencuat akibat salah mengunggap status. “Jadi sosial media menyebabkan perubahan perilaku yang tidak terkontrol. Ini bisa diterapi dengan diet media sosial. Caranya bagaimana?.

Gunakan media sosial, media online secara sehat dan bijak. Pada situasi apa boleh mengunggah status, apa saja yang boleh diunggah,” pesannya. Mengedepankan wawasan hukum bisa menjadi filter seseorang sebelum mengunggah status. Ingin sosmed menjadi sarana berinteraksi dan bisnis sehat melalui dunia maya, Isa bersama Hotline Pendidikan Jatim aktif melakukan sosialisasi.

Sasaran sosialisasi sosmed sehat adalah bunda Pendidikan Anak usia Dini (Paud), kelompok masyarakat seperti halnya PKK dan lainnya.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
4 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
5 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
9 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
9 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved