Awal 2015, Gunung Slamet Diguncang 85 Kali Gempa Embusan
Kamis, 01 Januari 2015 - 14:52 WIB
Awal 2015, Gunung Slamet Diguncang 85 Kali Gempa Embusan
A
A
A
PEMALANG - Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus siaga. Hari pertama di tahun 2015, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu mengalami 85 kali gempa embusan.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sudrajat mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih belum stabil.
"Statusnya sampai saat ini masih di level siaga," kata Sudrajat kepada Sindonews.com, Kamis (1/1/2015).
Berdasarkan pengamatan hari ini dari pukul 00.00-06.00 WIB, secara visual puncak Gunung Slamet tidak dapat teramati dengan jelas karena terhalang kabut.
Sedangkan dari pengamatan seismik, selama kurun waktu itu, gunung yang membentang di Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Tegal itu diguncang 85 kali gempa embusan.
"Kami masih terus ikuti dan amati perkembangan aktivitasnya dan melaporkannya ke pusat tiap enam jam," kata Sudrajat.
Lantaran Gunung Slamet masih berstatus siaga, Sudrajat menghimbau warga tetap mematuhi larangan beraktivitas di radius 4 kilometer dari puncak gunung karena kondisinya berbahaya.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang Sudrajat mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih belum stabil.
"Statusnya sampai saat ini masih di level siaga," kata Sudrajat kepada Sindonews.com, Kamis (1/1/2015).
Berdasarkan pengamatan hari ini dari pukul 00.00-06.00 WIB, secara visual puncak Gunung Slamet tidak dapat teramati dengan jelas karena terhalang kabut.
Sedangkan dari pengamatan seismik, selama kurun waktu itu, gunung yang membentang di Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Tegal itu diguncang 85 kali gempa embusan.
"Kami masih terus ikuti dan amati perkembangan aktivitasnya dan melaporkannya ke pusat tiap enam jam," kata Sudrajat.
Lantaran Gunung Slamet masih berstatus siaga, Sudrajat menghimbau warga tetap mematuhi larangan beraktivitas di radius 4 kilometer dari puncak gunung karena kondisinya berbahaya.
(zik)