ORI Sorot Pemkab Sleman

Jum'at, 26 Desember 2014 - 11:54 WIB
ORI Sorot Pemkab Sleman
ORI Sorot Pemkab Sleman
A A A
YOGYAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY mengkritik Pemkab Sleman terkait laporan warga mengenai penyimpangan prosedur pelayanan publik.

Kepala ORI perwakilan DIY Budhi Masturi mengungkapkan, secara umum kerja sama instansi dengan ORI meningkat. Hanya dalam setahun terakhir, pada penyelesaian laporan yang diterimanya ternyata Sleman menjadi daerah yang dirasakan paling kurang dibanding lainnya. "Ada beberapa catatan kritis di Pemkab Sleman," katanya, kemarin.

Dia menuturkan, dalam penyelesaian laporan warga di lingkungan Pemkab Sleman, pihaknya masih menemui banyak kendala. Misalnya, sejumlah lurah yang kurang kooperatif dalam kasus administrasi pertanahan.

"Untuk lurah, kebanyakan kasus administrasi tanah. ORI DIY juga pernah mengalami kesulitan mengakses dokumen dan informasi di DPUP (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan) Sleman. Akan tetapi, setelah melalui pendekatan kelembagaan akhirnya diberi akses dan salinan dokumen terkait penanganan laporan," papar Budhi.

Ke depan, lanjut dia, untuk mengantisipasi terulangnya kendala yang dialami ini, pada awal 2015 nanti ORI DIY akan berkoordinasi dengan bupati. Khususnya membahas efektivitas pengawasan pelayanan publik kepada warga Sleman. Selama 2014, lanjut Budhi, pihaknya telah mendapatkan laporan sebanyak 242.

Sekitar 50% di antaranya, telah ditutup kasusnya karena penanganannya memang sudah selesai. "Ada 120 laporan telah kami tutup. Sisanya masih dalam proses. Yang paling banyak dilaporkan warga mengenai pelayanan instansi berkisar 40%. Disusul pelayanan kepolisian. Substansi keluhan yang paling banyak dilaporkan adalah dugaan penyimpangan prosedur, disusul penundaan berlarut," tuturnya.

Selain pekerjaan rumah yang harus dirampung seperti kerja sama dengan Pemkab Sleman, juga masih ada tunggakan kasus dari Pemda DIY mengenai pelaksanaan rekomendasi dari ORI DIY untuk mengembalikan guru-guru SMAN 1 Wonosari yang dimutasi. Mereka dimutasi karena faktor like or dislike (suka tidak suka).

"Pemda di wilayah DIY yang paling banyak dilaporkan adalah Pemkot Yogyakarta. Adapun untuk Pemda DIY tahun ini masih punya tunggakan pelaksanaan rekomendasi ORI untuk mengembalikan guru-guru SMAN 1 Wonosari yang dimutasi karena faktor like or dislike," katanya.

Di tempat lain, Kabag Humas Pemkab Sleman Endah Sri Widiastuti menegaskan, pihaknya akan terbuka bila ORI DIY mau berkoordinasi di awal 2015 nanti. Yang penting semuanya melalui prosedur yang telah ditetapkan. "Untuk kepala desa, kemarin saya sudah mencoba mengumumkannya. Hanya, banyak yang diwakilkan," ucapnya.

Ridho Hidayat
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
1 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
1 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
1 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
3 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved