Kisah Tentara Jepang 30 Tahun Sembunyi di Hutan

Sabtu, 27 Desember 2014 - 05:05 WIB
Kisah Tentara Jepang...
Kisah Tentara Jepang 30 Tahun Sembunyi di Hutan
A A A
CERITA perang selalu bicara tentang penderitaan dan kepahlawanan. Cerita Teruo Nakamura, tentara Jepang yang bertugas di Kepulauan Morotai, Kepulauan Maluku Utara, Indonesia, mungkin masuk dalam keduanya.

Bagaimana kisah tentara Jepang itu? Cerita Pagi akan mengulasnya. Kisah kepahlawanan itu dimulai saat masa pendudukan Jepang di Indonesia, yang disusul dengan menyerahnya Pemerintah Kolonial Hindia Belanda kepada Jepang, pada 8 Maret 1942.

Nakamaru yang lahir di Taiwan (saat itu Taiwan merupakan wilayah jajahan Jepang), pada 8 Oktober 1919, terkena wajib militer dan menjadi bagian dari Unit Sukarela Takasago Angkatan Darat Kekaisaran Jepang tahun 1943.

Dia ditempatkan di Pulau Morotai, Indonesia, tahun 1944. Pada tahun itu, tepatnya bulan September 1944, pasukan sekutu yang terdiri dari tentara Amerika Serikat dan Australia menyerang Morotai, pada tahun 1945.

Serangan sekutu itu menghancurkan kekuatan Jepang di Pulau Morotai. Dalam serangan itu, Nakamaru dinyatakan tewas oleh Kekaisaran Jepang. Kabar kematiannya diumumkan pada bulan Maret 1945, karena jejaknya tak pernah ditemukan.

Bahkan setelah beberapa tentara dari kelompoknya ditemukan di hutan tahun 1950, Nakamaru masih tetap tidak diketahui rimbanya. Keberadaannya baru terungkap setelah seorang warga Morotai yang sedang berburu babi melihatnya di hutan.

Melalui warga itu jugalah diketahui bagai mana kehidupan Nakamaru selama di hutan. Dia dikabarkan tinggal di dalam gubuk seluas 2×2 meter yang terbuat dari kayu, dan beratap rumbia. Di gubuk itu ditemukan tumpukan kayu yang sudah melengkung.

Kayu itu melengkung karena dijadikan tempat tidur, dan rencananya akan digunakan membakar dirinya sendiri, jika suatu saat dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa di dalam hutan. Di langit-langit gubuknya, ditemukan satu buah senjata bekas perang.

Senjata itu sangat terawat, dan masih bisa digunakan. Di lantai gubuknya, dia menyimpan 14 peluru aktif. Di dalam gubuk itu juga ditemukan satu botol besar yang berisi minyak babi untuk merawat senjata, dan bumbu makanan.

Sedangkan di kompleks gubuk itu, Nakamura menanam berbagai macam tanaman umbi-umbian, seperti ubi dan singkong. Dia juga membangun pagar kayu untuk melindungi gubug dan pekarangannya dari binatang buas, dan pendatang dari luar.

Nakamura berhasil dibujuk keluar setelah tim gabungan yang terdiri dari tentara Indonesia, dan pihak Kedutaan Jepang menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, pada 18 Desember 1974. Saat mendengar itu, Nakamaru berdiri tegap hormat.

Pada saat itulah, Nakamura disergap tim dan ditodongkan senjata. Tanpa perlawanan, tentara Jepang terakhir di Indonesia itu menyerah. Dia lalu digiring ke Rumah Sakit (RS) Pelni, Jakarta, untuk menjalani perawatan.

Setelah dinyatakan sehat, Nakamura kembali ke Taiwan, tanpa singgah terlebih dahulu ke Jepang. Dia meninggal karena menderita kanker paru-paru lima tahun kemudian, di Taiwan, 15 Juni 1979.
(san)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
8 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
14 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
1 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
7 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved