Gereja Katedral Semarang Diteror Bom

Rabu, 24 Desember 2014 - 13:37 WIB
Gereja Katedral Semarang...
Gereja Katedral Semarang Diteror Bom
A A A
SEMARANG - Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci atau dikenal Gereja Katedral Semarang, mendapat ancaman teror bom dari seseorang menjelang malam Natal 2014. Ancaman itu diterima, dan disampaikan jemaat setempat.

“Nama yang disebut itu Badri, tapi saat dilacak memang ada orangnya. Tapi orang sudah manula, tidak tahu apa–apa,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, kepada wartawan, Rabu (24/12/2014).

Ditambahkan dia, ancaman itu belum terbukti, dan dimaksudkan sebagai teror saja. Namun begitu, pihaknya tetap melakukan penyisiran di lokasi, dan melakukan sterilisasi.

"Tim Gegana Brimob Polda Jateng telah diterjunkan, berbagai pemeriksaan juga telah dilakukan. Upaya sterilisasi sudah dilakukan, untuk persiapan umat Kristiani merayakan Natal," ungkapnya.

Demi mencegah terjadinya ancaman serupa, pihaknya melakukan pengamanan berlapis dan super ketat. Di antara pengamanan itu adalah pemasangan metal detector alias pendeteksi logam. Serta, melakukan patroli rutin, dan pengerahan anjing pelacak.

"Total personel yang diturunkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2015, di Semarang, kami menurunkan 1.370 personel kepolisian, ditambah 490 anggota TNI, serta instansi terkait," tegasnya.

Seperti diketahui, Katedral yang berlokasi di dekat Kawasan Tugu Muda Semarang, merupakan gereja dengan jemaat yang cukup besar. Gereja ini sanggup menampung 5.000 umat.

Berdasarkan pengakuan Kepala Paroki Romo Luhur Prihadi, tahun ini pihaknya sudah mendapat dua kali ancaman. Salah satunya saat menjelang paskah. “Ada umat yang terima SMS, tetapi tidak jelas pengirimnya. Isinya ancaman pengeboman,” kata dia.

Sementara itu, berdasar data Biro Operasi Polda Jateng, ada total 2.814 gereja yang 203 di antaranya masuk kategori rawan. Ratusan gereja berkategori rawan itu, karena lokasinya dalam radius kelompok radikal di Jawa Tengah.

Deteksi intelijen menyebut, gerakan–gerakan kelompok radikal masih ada di Jawa Tengah, dan memang menjadi salah satu yang perlu diwaspadai menjelang perayaan Natal dan tahun baru ini.

Secara historis, sebagaimana data Polda Jawa Tengah, berdasar fakta hukum yang ada sejak tahun 2010–2013 di Jawa Tengah, telah terjadi beberapa kali aksi terorisme.

Mulai penyerangan pos polisi, teror pada gereja, hingga penembakan terhadap anggota Polri. Pelaku pidana terorisme yang berasal dari Jateng periode 2002-November 2014 ada 152 orang. Terinci 73 menjalani hukuman, 17 meninggal dunia, dan 62 sudah bebas.
(san)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
9 jam yang lalu
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved