Bupati Kecewa Tanggul Jebol Lagi

Senin, 22 Desember 2014 - 10:04 WIB
Bupati Kecewa Tanggul...
Bupati Kecewa Tanggul Jebol Lagi
A A A
TASIKMALAYA - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengaku kecewa dengan kembali jebolnya tanggul penahan banjir di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Sehingga hal itu berakibat terendamnya rumah milik warga di empat perkampung. Banjir juga merendam sekolah, kantor desa, pustu, dan pesantren, serta membuat penduduk nyaris tak bisa beraktivitas. Padahal, pascabencana banjir setahun silam, Pemkab Tasikmalaya sempat berkoordinasi dengan BPSDA Sungai Cikidang dan Citanduy untuk mengatasi persoalan tersebut.

Tanggul sempat diperbaiki dan di tinggikan, namun kini banjir tetap me rendam permukiman warga. Meskipun rendaman air tidak separah seperti setahun silam. Namun tetap saja mengganggu aktivitas warga.

“Soal penanganan sungai ada lah tanggung jawab BPSDA. Kalau kami fokus pada penanganan warga. Namun tentunya harus ada upaya yang dilakukan, salah satunya dengan berkoordinasi bersama penanggungjawabnya. Namun melihat kondisi saat ini jelas saya sedikit kecewa. Kenapa tanggulnya tidak bisa menahan banjir yang datang dari kedua sungai itu. Padahal kejadian kali ini bukan yang pertama kalinya,” ungkap Uu.

Pascabanjir di kawasan Sukaresik dan sebagian Ciawi, BPBD Kabupaten Tasikmalaya beserta dengan sejumlah relawan langsung turun kelapangan. Mereka mengevakuasi warga, serta berupaya men distribusikan makanan dan juga perlengkapan yang dibutuhkan. Kondisinya, nyaris setengah rumah terendam. Banyak warga yang bertahan dengan alasan kha watir barangbarangnya hilang.

“Bantuan berupa sembako, selimut, dan sebagainya telah kami distribusikan dan di persiapkan di posko untuk dua hingga tiga hari ke depan. Hanya saja yang dikhawatirkan ban jir susulan kembali terjadi dan mengancam keselamatan warga. Makanya saya imbau agar mereka waspada sehingga tidak sampai jatuh korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin.

Sementara itu, Solihin, 39, warga Kampung Bojongsoban mengaku, tetap bertahan dirumahnya yang terendam banjir karena menjaga barang-barang yang ada di rumahnya. “Kalau anak dan istri telah saya ungsikan ke rumah saudara di Ciawi. Saya sendiri bertahan di sini menunggui rumah. Apalagi banjirnya tidak separah seperti tahun lalu,” kata Solihin.

Nanang Kuswara
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
16 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved