Pesta Miras Oplosan di Bantul, Satu Orang Tewas
Kamis, 11 Desember 2014 - 13:17 WIB
Pesta Miras Oplosan di Bantul, Satu Orang Tewas
A
A
A
BANTUL - Tiga orang warga Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul seusai berpesta minuman keras (miras) oplosan.
Satu orang korban miras, Anjaya, tak bisa diselamatkan nyawanya. Sementara, satu orang lainnya hingga Kamis (11/12/2014) masih dirawat intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.
Humas RS PKU Muhammadiyah Bantul Johan Nasrudin Firdaus membenarkan ada tiga orang warga yang masuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Rabu (10/12/2014) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tiga orang tersebut masing-masing Anjaya (25) dan Sugeng (31) warga Code, dan Erwin (29) warga Sabdodadi, Bantul. Ketiganya masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan pusing-pusing serta mual-mual.
"Setelah kami tanya, katanya pengaruh alkohol," ujarnya, Kamis (11/12/2014).
Menurut Johan, pasien pertama yang masuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul adalah Anjaya dalam kondisi parah dan langsung masuk ke ICU. Tidak lama kemudian, dua orang lagi menyusul masuk dengan kondisi yang sedikit lebih baik. Melihat kondisi rekannya kritis, Erwin langsung meminta pulang ke rumah.
Sementara Sugeng tetap dirawat di PKU Muhammadiyah dan sampai Kamis siang ini yang bersangkutan belum bisa diajak komunikasi. Pihak rumah sakit belum bisa meminta keterangan lebih lanjut karena Sugeng mengaku masih pusing dan mual-mual. Namun berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, ketiga korban miras tersebut tumbang karena habis pesta miras.
Johan mengatakan, sebenarnya ketiganya tergolong terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga ada yang tidak tertolong nyawanya. Namun ia memaklumi hal tersebut, karena kemungkinan para korban tidak bersedia jujur terhadap keluarga bahwa mereka habis minum minuman keras. Korban baru dibawa ke rumah sakit setelah ada yang dalam kondisi kritis.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus miras yang memakan korban jiwa tersebut.
Surawan mengungkapkan, ketiga orang tersebut berpesta miras bersama tujuh orang lainnya di sebuah hajatan pernikahan di Dusun Code, Rabu (10/12/2014) siang. Sampai saat ini pihaknya masih memeriksa rekan Anjaya yang turut dalam pesta miras tersebut.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya apa," tuturnya.
Surawan menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, minuman keras tersebut sebelum diminum dicampur dengan air putih dan juga minuman suplemen kemasan cup. Sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari mana minuman keras tersebut didapat. Karena, sebelumnya Kampung Code dikenal sebagai kampung bebas minuman keras (miras).
Surawan mengatakan, kemungkinan besar minuman tersebut berasal dari luar Bantul. Surawan mengaku kecolongan dengan kasus tewasnya warga Bantul karena miras tersebut. Karena, hampir setiap minggu sudah melakukan razia minuman keras.
"Peredarannya tertutup sekali, bahkan semakin pintar. Transaksinya melalui SMS."
Satu orang korban miras, Anjaya, tak bisa diselamatkan nyawanya. Sementara, satu orang lainnya hingga Kamis (11/12/2014) masih dirawat intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.
Humas RS PKU Muhammadiyah Bantul Johan Nasrudin Firdaus membenarkan ada tiga orang warga yang masuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Rabu (10/12/2014) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tiga orang tersebut masing-masing Anjaya (25) dan Sugeng (31) warga Code, dan Erwin (29) warga Sabdodadi, Bantul. Ketiganya masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan pusing-pusing serta mual-mual.
"Setelah kami tanya, katanya pengaruh alkohol," ujarnya, Kamis (11/12/2014).
Menurut Johan, pasien pertama yang masuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul adalah Anjaya dalam kondisi parah dan langsung masuk ke ICU. Tidak lama kemudian, dua orang lagi menyusul masuk dengan kondisi yang sedikit lebih baik. Melihat kondisi rekannya kritis, Erwin langsung meminta pulang ke rumah.
Sementara Sugeng tetap dirawat di PKU Muhammadiyah dan sampai Kamis siang ini yang bersangkutan belum bisa diajak komunikasi. Pihak rumah sakit belum bisa meminta keterangan lebih lanjut karena Sugeng mengaku masih pusing dan mual-mual. Namun berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, ketiga korban miras tersebut tumbang karena habis pesta miras.
Johan mengatakan, sebenarnya ketiganya tergolong terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga ada yang tidak tertolong nyawanya. Namun ia memaklumi hal tersebut, karena kemungkinan para korban tidak bersedia jujur terhadap keluarga bahwa mereka habis minum minuman keras. Korban baru dibawa ke rumah sakit setelah ada yang dalam kondisi kritis.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus miras yang memakan korban jiwa tersebut.
Surawan mengungkapkan, ketiga orang tersebut berpesta miras bersama tujuh orang lainnya di sebuah hajatan pernikahan di Dusun Code, Rabu (10/12/2014) siang. Sampai saat ini pihaknya masih memeriksa rekan Anjaya yang turut dalam pesta miras tersebut.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya apa," tuturnya.
Surawan menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, minuman keras tersebut sebelum diminum dicampur dengan air putih dan juga minuman suplemen kemasan cup. Sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari mana minuman keras tersebut didapat. Karena, sebelumnya Kampung Code dikenal sebagai kampung bebas minuman keras (miras).
Surawan mengatakan, kemungkinan besar minuman tersebut berasal dari luar Bantul. Surawan mengaku kecolongan dengan kasus tewasnya warga Bantul karena miras tersebut. Karena, hampir setiap minggu sudah melakukan razia minuman keras.
"Peredarannya tertutup sekali, bahkan semakin pintar. Transaksinya melalui SMS."
(zik)