Durasi Tiga Menit, Bawa Mimpi Jadi Nyata

Selasa, 09 Desember 2014 - 10:36 WIB
Durasi Tiga Menit, Bawa...
Durasi Tiga Menit, Bawa Mimpi Jadi Nyata
A A A
KENDAL - Mimpi yang tertuang di dalam sebuah film pendek membawa tiga siswa SMKN 1 Kendal terwujud menjadi kenyataan.

Ya , film berjudul Mimpi Ke Jepang yang hanya berdurasi tiga menit benar-benar tiga kreatornya terbang ke Negeri Sakura. Ketiga siswa SMKN 1 Kendal itu adalah Rostya Septiana Putri, Alvian Nurkhalisa, dan Oktfia Kususma Sari. Impian itu menjadi kenyataan lantaran film tersebut berhasil meraih juara 1 tingkat nasional program Asian International Childrens Festival 2014 yang digelar oleh Jenesys.

Di Indonesia, festival tersebut diselenggarakan kedutaan besar Jepang di Indonesia dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Tidak hanya sekadar terbang ke Jepang, mereka bahkan diajak berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah penting di negeri Matahari Terbit itu. Selain itu, ketiganya diajak bertukar pengalaman pembelajaran di SMA Tsuna milik Prefektur Hyogo.

Ketiganya juga mengunjungi kota-kota lain, seperti Puau Awaji, Kota Minmai Awagi, Selat Naruto, tepatnya di ujung timur Pulau Shikoku dan belasan kota lainnya. “Total ada 11 tempat yang kami kunjungi selam tiga hari mulai 25-28 hari,” ujar Alvian Nurkhalisa kemarin.

Nurkhalisa menambahkan, di Jepang itu dia berkesempatan saling tukar pikiran dengan para peraih juara pada program lomba ini se-Asia Pasifik. “Jadi, di sana, tidak hanya dari Indonesia, tapi dari seluruh siswa perwakilan dari negara-negara se-Asia Pasifik. Jadi, ini adalah hadiah bagi para pemenang lomba festival film anak dengan mengangkat tema My Dream diambil tiga besar dan diberangkatkan ke Jepang,” ungkapnya.

Rostya Septiana Putri mengungkapkan, film berjudul Mimpi ke Jepang merupakan film yang kedua kali dia garap. Dia mengaku belajar tentang membuat film hanya secara autodidak. “Kami semua justru siswa akuntansi, bukan broadcasting ,” ujarnya.

Meski berhasil menang festival, Rostya justru tidak ingin jadi artis ataupun sutradara. “Ini hanya sekadar hobi saja, tidak sepenuhnya kami geluti. Makanya saat tahu berangkat ke Jepang itu antara percaya dan tidak percaya,” ucapnya. Film berdurasi tiga menit itu hanya mengisahkan impian ketiganya untuk bisa berangkat ke Jepang.

Menurutnya, Jepang memiliki kelebihan, terutama soal minimnya polusi dan tingkat kesadaran dalam disiplin yang tinggi. “Hal itu benar-benar ada di Jepang. Hampir tidak ada polusi udara. Selain itu, masyarakatnya sangat disiplin dan tepat waktu. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami,” ungkapnya.

Wikha Setiawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved