Anggota Polisi Bekingi Pabrik Miras Oplosan Bakal Ditindak Tegas
Senin, 08 Desember 2014 - 16:29 WIB
Anggota Polisi Bekingi Pabrik Miras Oplosan Bakal Ditindak Tegas
A
A
A
GARUT - Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan meminta para Kapolres dan Kapolresta menindak tegas apabila ada anggotanya yang ketahuan membekingi pabrik miras oplosan.
"Apabila ada anggota Polri atau TNI yang membekingi, sampaikan. Sebutkan namanya, juga dengan buktinya, jika ada kita akan tindak tegas," ucapnya di Mapolres Garut, Senin (8/12/2014).
Kendati begitu, Iriawan belum menyebutkan saksi tegas seperti apa yang akan diberikan kepada anggota Polri jika terlibat dengan bisnis ilegal itu. Hingga kini, ucap Irawan, pihaknya masih mendalami kasus miras oplosan di Sumedang dan Garut, terlebih masih ada satu pelaku yang menjadi buron.
"Satu masih DPO, dia kabur ke Sumatera. Kita masih lakukan pengejaran. Dan, saya sudah perintahkan para Kapolresnya untuk mengungkap kasus ini hingga ke akarnya," paparnya.
Sedangkan saat disinggung apakah pihaknya merasa kecolongan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut, Iriawan tak memberi jawaban pasti. Dia hanya menegaskan, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah bagi anggota Polri dan TNI, serta pemerintah yang berkaitan.
"Ini akan menjadi evaluasi kami sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kami akan introspeksi agar kejadian ini tidak terulang lagi."
"Apabila ada anggota Polri atau TNI yang membekingi, sampaikan. Sebutkan namanya, juga dengan buktinya, jika ada kita akan tindak tegas," ucapnya di Mapolres Garut, Senin (8/12/2014).
Kendati begitu, Iriawan belum menyebutkan saksi tegas seperti apa yang akan diberikan kepada anggota Polri jika terlibat dengan bisnis ilegal itu. Hingga kini, ucap Irawan, pihaknya masih mendalami kasus miras oplosan di Sumedang dan Garut, terlebih masih ada satu pelaku yang menjadi buron.
"Satu masih DPO, dia kabur ke Sumatera. Kita masih lakukan pengejaran. Dan, saya sudah perintahkan para Kapolresnya untuk mengungkap kasus ini hingga ke akarnya," paparnya.
Sedangkan saat disinggung apakah pihaknya merasa kecolongan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) tersebut, Iriawan tak memberi jawaban pasti. Dia hanya menegaskan, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah bagi anggota Polri dan TNI, serta pemerintah yang berkaitan.
"Ini akan menjadi evaluasi kami sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kami akan introspeksi agar kejadian ini tidak terulang lagi."
(zik)