Ratusan Penderita HIV/AIDS di Solo Tak Terdata

Senin, 01 Desember 2014 - 21:31 WIB
Ratusan Penderita HIV/AIDS...
Ratusan Penderita HIV/AIDS di Solo Tak Terdata
A A A
SOLO - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo menilai, banyak penderita HIV/AIDS di Kota Solo yang tidak terdata. Hal itu membuat pihak petugas kesehatan kesulitan melakukan pengobatan.

Pengelola Program KPA Solo Tommy Prawoto menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tidak terdeteksi itu mencapai ratusan, tersebar di wilayah Kota Solo, dan sekitarnya.

Para penderita itu tidak pernah memeriksakan diri ke puskesmas atau lembaga kesehatan yang ada. Sehingga, keberadaan mereka tidak terdeteksi.

Pihaknya menyebutkan, para penderita yang tidak terdeteksi itu sebenarnya sangat berbahaya. Sehingga harus dilakukan penanggulangan baik dari Tim KPA atau dari Dinas Kesehatan Kota Solo.

"Ini penting agar para penderita itu memiliki harapan hidup yang tinggi," katanya, kepada wartawan, Senin (1/12/2014).

Selain itu, penanggulangan juga dilakukan agar HIV/AIDS tidak menular kepada sanak dan keluarga para penderita. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan para keluarga penderita tidak mengetahui keluarganya mengidap virus mematikan.

“Jumlah yang mengidap penyakit itu hingga Oktober 201 sudah mencapai 1.417 orang. Dari jumlah itu, setidaknya ada 30-40 persen yang tidak terdeteksi,” terangnya.

Tomy menambahkan, banyak faktor yang membuat penderita itu tidak terdeteksi oleh petugas kesehatan. Salah satunya pemikiran negatif masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.

"Akibat pemikiran itu, banyak penderita yang merasa malu, dan akhirnya pergi ke luar Kota untuk mencari komunitas baru," jelasnya.

Faktor lain dari pemikiran negatif itu adalah, banyak penderita yang merasa dirinya berbeda dengan yang lain, kemudian para penderita itu menutup diri, dan tidak memberitahu kepada keluarga ataupun orang terdekatnya.

“Kami berharap agar mereka yang tidak terdeteksi itu untuk segera berobat. Jumlah yang meninggal sampai saat ini di Solo Raya mencapai 426 jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penderita Agus Badrullah berharap, para penderita itu dirangkul oleh masyarakat. Mereka ingin diperlakukan seperti layaknya manusia biasa di lingkungan masyarakat.

"Jangan dicap sebagai orang yang menderita penyakit mematikan. Perlakuan masyarakat itu penting, agar para penderita semakin bersemangat untuk hidup," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved