Penambangan Pasir Memakai Mesin Disel Picu Erosi

Jum'at, 28 November 2014 - 13:25 WIB
Penambangan Pasir Memakai...
Penambangan Pasir Memakai Mesin Disel Picu Erosi
A A A
SLEMAN - Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman melarang aktivitas penambangan pasir di kawasan Sungai Progo menggunakan mesin disel. Pasalnya, penyedotan material pasir dari dasar sungai menggunakan disel, dapat berpotensi memicu timbulnya erosi.

Kepala Bidang ESDM Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman Fauzan Darmadi mengatakan, pascakejadian terseretnya kendaraan truk dan mesin disel di arus Sungai Progo pada Selasa (25/11) lalu, pihaknya pun langsung mendatangi lokasi penambangan di Dusun Sejati, Sumberarum, Moyudan tersebut. Menurut dia, penambangan yang dilakukan warga di lokasi itu diakui tak mengantongi izin.

Hanya karena penambangan di lokasi itu sudah lama dikelola masyarakat dan dilakukan secara tradisional, bukannya menggunakan alat berat, dinas pun memaklumi hal itu. "Yang tidak boleh itu menggunakan diselnya, karena bisa menghisap material di pinggir sungai dan bisa memicu erosi," katanya, kemarin.

Dengan adanya temuan aktivitas penambangan menggunakan mesin disel itu, Dinas SDAEM Sleman langsung memberikan teguran. Fauzan berharap masyarakat dapat menghentikan aktivitas penambangan dengan cara penggunaan mesin disel. "Kemarin kami juga memberi arahan supaya mereka membentuk kelompok-kelompok penambang rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, pascapenutupan area penambangan di kawasan Sungai Gendol karena area tambang yang sudah memasuki kawasan yang tak berizin, sebagian truk yang semula mengambil pasir dari kawasan itu pun beralih ke kawasan Sungai Progo di Kecamatan Moyudan.

Sebagaimana diungkapkan Jatmiatmo Siswin, 60, sopir truk, biasanya dia mengambil pasir di kawasan Sungai Gendol. Karena penambangan ditutup, dia yang mendapatkan pesanan pasir pun akhirnya mencari pasir di Moyudan.

Namun, dia tak menduga, saat dia mengantre pasir, banjir yang datang secara mendadak pada Selasa (25/11) lalu, sampai menghanyutkan truk yang dia bawa. "Biasanya ambil di daerah Merapi (Sungai Gendol) tapi karena ada pesanan ambil di Progo," tandasnya.

Muji Barnugroho
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
4 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
13 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
13 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
13 jam yang lalu
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved