Diyakini sepanjang 50 Km,Tembus ke Bakkara

Rabu, 26 November 2014 - 14:04 WIB
Diyakini sepanjang 50...
Diyakini sepanjang 50 Km,Tembus ke Bakkara
A A A
DOLOKSANGGU - Situs gua yang diberi nama Simardiring di Gunung Sipalakki, Desa Pakkat, Kecamatan Doloksanggul, Humbanghasundutan (Humbahas), ini diyakini tembus sampai Gua Tombak Sulusulu, Bakkara, Kecamatan Baktiraja. Bila benar, gua ini diperkirakan memiliki panjang 50 kilometer (km).

Diyakini pula gua yang berada di lokasi penambangan batu gunung tersebut berusia ribuan tahun. Menurut cerita, masyarakat setempat pernah berupaya membuktikan gua tersebut tembus sampai ke Baktiraja dengan melepaskan beberapa anjing peliharaan mereka. Benar saja, beberapa pekan kemudian anjing-anjing itu ditemukan di kawasan Baktiraja.

Ada pula cerita, dahulu apabila memasuki musim panen di Baktiraja, warga Desa Pakkat, kerap menemukan jerami bekas pengambilan padi. Ini memperkuat keyakinan warga bahwa gua itu bisa tembus sampai Baktiraja yang berada di pinggiran Danau Toba. “Tidak ada mitos khusus menyangkut gua tersebut, namun kami sebagai generasi marga purba di Desa Pakkat ini diwajibkan menjaga gua ini. Dan kami tidak boleh sembarangan mengganggu gua,” kata Bontor Purba, 51, warga Sipalakki, Doloksanggul, kemarin.

Masyarakat menilai gua tersebut sebagai warisan leluhur yang harus dijaga. Bahkan, mereka berencana memugar gua dan membuat pagar keliling. Selain itu, dari sisi atas gua tidak diperkenankan ada aktivitas pertambangan batu gunung, termasuk mengalihkan jalur lintasan truk pengangkut hasil tambang. “Kami menyebutnya Gua Simardiring karena kalau dilempar batu ke dalam akan terdengar suara nyaring. Kami akan menjaga gua ini secara turun-temurun,” kata warga lainnya, Junjungan Purba, 46.

Dari aspek kepemilikan, keturunan marga Purba Pargodung merupakan pewaris kawasan yang terdapat gua tersebut. “Itu yang kami rencanakan sebagai keturunan marga Purba di kawasan ini. Kami akan terus menjaga warisan leluhur itu,” kata warga bernama Nikson Purba, 43.

Penggiat pariwisata yang tergabung dalam Local Working Grup (LWG) Huta Mas, Tommy Silaban mengatakan, pelaku pariwisata harus menjaga situs kuno yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Kekayaan alam merupakan warisan untuk masa depan. “Kita juga mendukung masyarakat terus menjaga gua itu karena kita meyakini kearifan lokal masyarakat mampu melindung setiap warisan leluhurnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Sumatera Utara (Sumut), Gagarin Sembiring mengatakan, keberadaan gua di sekitar Danau Toba bukan hal mustahil. Gua Simardiring merupakan salah satu bukti warisan dunia atau kawasan yang harus dikonservasi sebagai bagian dari peninggalan letusan Gunung Toba.

Dari penelitian geologis, Danau Toba memiliki dua jenis batuan dasar, yaitu permokarbon yang berumur sekitar 300 juta tahun dan mesozoikum berumur 250 juta tahun. “Kedua jenis batuan tersebut merupakan peninggalan warisan dunia di kawasan Danau Toba. Sementara yang berpeluang memunculkan ada gua adalah batu mesozoikum. Kita mengharapkan adanya zonaisasi dari gua tersebut sehingga aktivitas masyarakat di sekitar gua juga tidak mengganggu keberadaan gua. Kita menunggu adanya inventarisasi dan penelitian,” ujarnya, kemarin.

Untuk membuktikan gua tersebut tembus ke Baktiraja dapat dilakukan dengan mengambil sampel batu di sekitar gua dan menyamakannya dengan gua di Tombak Sulusulu. Apabila batuannya sama, dapat dipastikan gua tersebut tembus ke beberapa titik di kawasan Danau Toba.

“Uji coba yang dilakukan warga sangat tepat karena gua tersebut merupakan hasil dari erupsi gunung, bukan terowongan buatan yang dipakai untuk menambang batu bara. Jadi, makhluk hidup dapat menembus gua tersebut sekalipun memiliki panjang mencapai puluhan kilometer,” ujarnya.

Menurut Gagarin, telah ditemukan beberapa gua yang panjangnya puluhan kilometer. Salah satunya Gua Sibaganding di Girsang, Gua Tombak Sulusulu di Baktiraja, dan gua di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). “Nanti kami akan mencoba melakukan riset di sana dan dari risetlah akan kami tentukan apakah gua tersebut masuk pada kawasan konservasi atau masuk pada geopark kaldera Toba,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Perhubungan Pemkab Humbahas MPR Manullang berharap masyarakat menjaga situs tersebut sebelum dilakukan penelitian ilmiah.

Baringin Lumban Gaol
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
22 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved