HMI Tuding Legalitas Kartu Sakti Tak Jelas

Selasa, 25 November 2014 - 12:03 WIB
HMI Tuding Legalitas...
HMI Tuding Legalitas Kartu Sakti Tak Jelas
A A A
TULUNGAGUNG - Tiga kartu sakti yang diluncurkan Presiden Joko Widodo diragukan legalitasnya. Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) cabang Tulungagung menuding kartu sakti tersebut absurd.

Tiga kartu sakti Jokowi itu adalah kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Keluarga Sejahtera. Ketiganya dituding sebagai propaganda untuk meredam dampak ekonomi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sebab hingga kini kartu sakti tersebut belum mendapat tempat di dalam kerangka keuangan APBN 2014. ”Kartu sakti Jokowi belum mendapat legalitas hukum. Itu kartu subhat,” kata Koordinator Aksi dari puluhan Aktivis HMI Tulungagung yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Roudlatul Janah alias Idrus, kemarin.

Para mahasiswa yang berasal dari lintas kampus terebut bergerak longmarch. Sebelumnya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga melakukan gerakan serupa. Dari Mapolres, massa yang berjumlah puluhan orang dan sempat bertemu Wakapolres setempat itu menuju gedung DPRD. Selain berorasi, massa juga sempat menggelar salat gaib secara berjamaah.

Idrus menegaskan bahwa kartu sakti Jokowi telah gagal mengobati kesengsaraan rakyat, khususnya terkait dampak kenaikan harga bensin dan solar. Pada konteks turunnya harga minyak dunia, Idrus menilai subsidi BBM hanyalah ilusi, retorika politik dan merupakan kebohongan publik.

Untuk itu, HMI menuntut Presiden Jokowi untuk segera mencabut kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. HMI juga mendesak DPR untuk menggunakan hak interpelasi kepada Presiden RI yang ketujuh itu. ”Sebab dampak sistemik terhadap masyarakat akibat kenaikan harga BBM harus dipertanggungjawabkan pemerintah di depan legislatif,” kata Idrus.

Di depan para aktivis mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Adib Makarim menyatakan dukungannya. ”Kami mendukung aksi penolakan kenaikan harga BBM. Sebab faktanya, kebijakan tersebut telah menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

Solichan Arif
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
21 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
23 menit yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved