Kasus Gizi Buruk di Kota Lumbung Padi

Rabu, 19 November 2014 - 12:09 WIB
Kasus Gizi Buruk di...
Kasus Gizi Buruk di Kota Lumbung Padi
A A A
KARAWANG - Rizki Abdul Fatah, bocah berusia 11 tahun, seumur hidupnya dihabiskan di atas tempat tidur. Bukan kemauannya, tapi kondisi fisik yang memaksa Rizki untuk terus terkulai di atas tempat tidur tersebut.

Sebagai anak, dalam benaknya dia ingin hidup seperti anakanak lain seusinya. Tapi apa daya, sejak terlahir sebagai anak dari pasangan Apip dan Iim, kondisi fisik Rizki secara berangsur terus memburuk, akibat gizi buruk dan tranbosit darah yang di deritanya. Kedua orang tuanya, bukan tak mau mengubah kondisi fisik Rizki membaik.

Tapi karena keterbatasan ekonomi, mereka tak berdaya untuk mengobati an aknya di rumah sakit pemerintah, atau pun tempat pengobatan lainnya. Mereka hanya bisa pasrah, sementara bantuan tak kunjung datang, baik dari pemerintah maupun warga lain. Sang ayah, Apip, kesehariannya hanyalah seorang buruh tani dan pekerja serabutan. Sementara ibunya, Iim, hanya diam di rumah, menunggui Rizki yang semakin hari kondisinya makin memburuk.

“Waktu lahir, biasa saja normal. Tapi ketika dia memasuki usia satu tahun, kondisi fisiknya mulai berubah. Rizki terlihat lemas, kemudian kepalanya membengkak dengan tubuh dan kaki mengecil,” ujar ayah Rizki, Apip, yang ditemui di rumah sederhananya, Dusun Cikangkung RT 01/02 Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Kala itu, kata Apip, dirinya sempat memeriksakan Rizki ke puskesmas di desanya. Kemudian, oleh dokter di puskesmas tersebut, Rizki dirujuk ke RSUD Karawang.

“Tapi karena kami tak punya biaya, akhirnya Rizki kami rawat di rumah saja, dengan obat warung, yang mampu kami beli,” lanjut Apip. Namun bukannya kesembuhan yang didapat. Dari hari ke hari, kondisi fisik Rizki makin memburuk. Kedua kaki dan tangannya makin mengecil, sementara kepalanya makin membengkak. Rizki pun hanya bisa meronta-ronta dan terkulai di atas tempat tidur, tanpa bisa melakukan aktivitas layaknya bocah seusianya.

Kasus gizi buruk dan bocah penderita penyakit serius di Kabupaten Karawang, bukan hanya terjadi pada Rizki. Sebelumnya, bocah berusia 14 tahun, Riki Maulana, warga Dusun Cibatu Desa Kutamakmur Kecamatan Tirtajaya, juga mengalami hal yang sama. Selama hidupnya, bocah yang tinggal bersama kakek-ne neknya itu harus hidup di atas tempat tidur tanpa bisa melakukan apa-apa.

Kedua kakinya lumpuh dengan kondisi memprihatinkan. Begitu pun dengan tu buhnya, yang sangat jauh dari uk uran anak usia 14 tahun. Berat badannya hanya 7 kg, dengan tinggi badan yang sangat jauh dari ideal.

“Waktu lahir kondisinya normal, layaknya bayi pada umumnya. Tapi ketika Riki berusia beberapa bulan, ibunya pergi menjadi TKW di Arab Saudi. Sejak itu sampai kini Riki tinggal dan diurus kakek-nenek dan saya. Soalnya ibunya juga hingga kini belum pulang-pulang dan tidak ada kabar beritanya,” ujar bibinya Riki, Ida Rosidah. Sejak kepergian ibunya ke Arab Saudi menjadi TKW, Riki tinggal di rumah kakek neneknya.

“Karena mereka orang tak punya, jadi sejak bayi Riki hanya diberi makanan dan susu ala kadarnya. Bahkan, susu yang diberikan pada Riki dari sejak bayi hanya susu sasetan kental, yang biasa dikonsumsi orang dewasa,” lanjut Ida. Sungguh ironis. Di kabupaten lumbung padi yang juga kota industri, masih ada warga yang hidupnya seperti ini.

M bayu hidayah
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved