Bupati Asyik Berjoget dengan Ular Sanca

Senin, 17 November 2014 - 16:07 WIB
Bupati Asyik Berjoget...
Bupati Asyik Berjoget dengan Ular Sanca
A A A
Ada yang menarik di car free day (CFD) yang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Kendal, kemarin. Warga yang tengah asyik menikmati suasana pagi tiba-tiba disuguhi aksi Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, yang berjoget dengan dililit ular sanca.

Aksi tari ularnya dilakukan secara spontanitas saat sejumlah orang dari Komunitas Bahurekso Ekso Pet (Baret) nimbrung dalam acara tersebut. Tanpa rasa takut dan risih, Widya langsung mengambil salah satu ular jenis sanca hutan milik salah satu anggota Baret. Widya mengambil ular sanca dengan panjang 2,5 meter. Ular tersebut dikalungkan ke lehernya. Dia pun bergerak seiring musik dangdut yang mengalun. Bahkan, pengunjung CFD pun ikut-ikutan ingin memegang ular.

“Saya tidak takut, karena saya tahu kalau ular itu tidak berbisa dan jinak,” ujar nya.Widya mengaku bahwa ular merupakan salah satu hewan yang disenanginya. Menurutnya, ular memiliki karakteristik unik. “Ada tiga hewan yang saya kagumi, yakni harimau, kuda, dan ular. Harimau karena buas, suka kuda karena dia begitu gagah dan kokoh, sedangkan ular dia tenang,” ujarnya. Kesenangannya terhadap ular, membuat Widya saat SMA pernah secara khusus melakukan penelitian terhadap hewan melata ini.

“Ular itu dikatakan bahaya karena memiliki bisa yang beracun. Tapi ular juga memiliki penyembuh di dalam tubuhnya. Makanya lambang farmasi itu ada ularnya,” tutur nya. Huda Blainiezer, pemilik ular sanca tersebut, mengaku senang hewan kecintaannya itu bisa diajak bermain oleh bupati.

“Saya tidak menyangka kalau bupati tidak takut dengan ular,” katanya. Kendati demikian, ular sanca miliknya itu memang sudah kerap diajak bermain di tempat ramai. Jadi, dia memastikan tidak akan berbahaya bagi siapa pun yang menyentuhnya. “Kebetulan ada komunitasnya, sehingga tiap kali kumpul pasti membawa hewan kesayangannya. Hewannya sudah terbiasa kumpul dengan manusia, jadi sudah penurut,” ucapnya.

Komunitasnya, Bahurekso Ekso Pet yang beranggotakan 30 orang mengaku sengaja datang CFD karena ingin memperkenalkan pada masyarakat agar menyayangi binatang. Hewan buas dan berbahaya, ketika disayang juga bisa jadi hewan peliharaan. Jadi jangan dibunuh, tapi harus dilindungi,” paparnya.

Wikha Setiawan
Kendal
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
24 menit yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
2 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
2 jam yang lalu
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Potensi Perikanan Sorong...
Potensi Perikanan Sorong Menguat, Askrindo Perluas Pelindungan Nelayan
6 jam yang lalu
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved