Bus vs Truk Adu Kepala, 2 Tewas dan 20 Terluka
Jum'at, 14 November 2014 - 12:51 WIB
Bus vs Truk Adu Kepala, 2 Tewas dan 20 Terluka
A
A
A
BOJONEGORO - Kecelakaan maut terjadi di Bojonegoro kemarin. Bus Cendana jurusan Bojonegoro-Ngawi nomor polisi AE 7304 UB yang penuh penumpang menghantam truk pengangkut kayu jati gelondongan nopol AG 9055 UD di Jalan Raya Bojonegoro-Ngawi tepatnya di kawasan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Akibatnya, dua orang tewas di lokasi kejadian dan 20 korban lainnya mengalami luka-luka. Bus Cendana disopiri Heri Aminanto asal Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sementara sopir truk yang mengangkut kayu gelondongan, yakni Dwi Irawan Yuwono, 41, asal Denpasar, Bali. Menurut Wantono, salah satu penumpang bus yang duduk di belakang sopir, saat itu bus melaju kencang dari arah Bojonegoro menuju Ngawi (timur ke barat) sekitar pukul 08.30 WIB.
Ia memperkirakan bus melaju dengan kecepatan 80-90 kilometer per jam. Bus dalam kondisi penuh penumpang. Saat di lokasi kejadian, yakni di kawasan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, dekat Gudang Bulog Bojonegoro, sopir bus berusaha menyalip truk jumbo yang ada di depannya. Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk mengangkut kayu jati gelondongan nopol AG 9055 UD hingga terjadi tabrakan keras.
”Semua penumpang bus berteriak histeris,” ujar Wantono saat menjalani perawatan di Puskesmas Kalitidu. Pada saat bersamaan, di belakang bus Cendana ada sepeda motor Yamaha Vixion nopol K 3958 BY yang dikendarai Redi Tri Hari Susongko asal Sumberejo, Blitar. Karena tidak sempat mengerem, sepeda motor langsung menghantam bodi belakang bus. Bodi depan bus ringsek dan beberapa kaca bus pecah.
Penumpang bus yang terdiri ibu, bapak, dan anak-anak, mengalami benturan keras. Satu penumpang bus, yakni Wulandari asal Desa/Kecamatan Kalitidu, tewas karena mengalami luka benturan di kepala. Sementara awak busdanpenumpanglainnya mengalami luka-luka. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu dan Puskesmas Kalitidu. Sopir bus, Heri Aminanto, terluka parah karena terjepit bodi bus.
Sopir truk kayu gelondongan, Dwi Irawan Yuwono, tewas di lokasi kejadian. Ia sebelumnya mengalami luka parah dan terhimpit di kepala truk. Sementara pengendara sepeda motor Yamaha Vixion, Redi Tri Hari Susongko, juga mengalami luka parah dan sepeda motornya juga ringsek . Sebanyak tiga korban lukaluka dirawat di Puskesmas Kalitidu. Sementara 17 korban lukaluka lainnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu.
Kemudian korban meninggal dunia langsung diautopsi di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Setelah kejadian kecelakaan itu, jalur Bojonegoro-Ngawi mengalami kemacetan panjang hingga mencapai lima kilometer. Petugas Polres Bojonegoro baru bisa mengurai kemacetan setelah mengevakuasi bus dan truk yang melintang di tengah jalan satu jam lamanya.
Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Sarwono, polisi sudah olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, sopir bus diduga ugal-ugalan saat melaju di jalan raya Bojonegoro- Ngawi. ”Untuk sementara sopir bus masih sebagai saksi. Kondisinya masih kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Iptu Sarwono.
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Bojonegoro, Asep Permana saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu mengungkapkan, semua korban kecelakaan akan mendapatkan santunan. Untuk korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp25 juta dan korban yang luka-luka mendapatkan santunan maksimal Rp10 juta.
”Korban yang mengalami luka mendapatkan perawatan pihak rumah sakit. Nanti biaya pengobatan dan perawatan ini yang akan diganti oleh Jasa Raharja,” ujarnya.
Muhammad roqib
Akibatnya, dua orang tewas di lokasi kejadian dan 20 korban lainnya mengalami luka-luka. Bus Cendana disopiri Heri Aminanto asal Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sementara sopir truk yang mengangkut kayu gelondongan, yakni Dwi Irawan Yuwono, 41, asal Denpasar, Bali. Menurut Wantono, salah satu penumpang bus yang duduk di belakang sopir, saat itu bus melaju kencang dari arah Bojonegoro menuju Ngawi (timur ke barat) sekitar pukul 08.30 WIB.
Ia memperkirakan bus melaju dengan kecepatan 80-90 kilometer per jam. Bus dalam kondisi penuh penumpang. Saat di lokasi kejadian, yakni di kawasan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, dekat Gudang Bulog Bojonegoro, sopir bus berusaha menyalip truk jumbo yang ada di depannya. Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk mengangkut kayu jati gelondongan nopol AG 9055 UD hingga terjadi tabrakan keras.
”Semua penumpang bus berteriak histeris,” ujar Wantono saat menjalani perawatan di Puskesmas Kalitidu. Pada saat bersamaan, di belakang bus Cendana ada sepeda motor Yamaha Vixion nopol K 3958 BY yang dikendarai Redi Tri Hari Susongko asal Sumberejo, Blitar. Karena tidak sempat mengerem, sepeda motor langsung menghantam bodi belakang bus. Bodi depan bus ringsek dan beberapa kaca bus pecah.
Penumpang bus yang terdiri ibu, bapak, dan anak-anak, mengalami benturan keras. Satu penumpang bus, yakni Wulandari asal Desa/Kecamatan Kalitidu, tewas karena mengalami luka benturan di kepala. Sementara awak busdanpenumpanglainnya mengalami luka-luka. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu dan Puskesmas Kalitidu. Sopir bus, Heri Aminanto, terluka parah karena terjepit bodi bus.
Sopir truk kayu gelondongan, Dwi Irawan Yuwono, tewas di lokasi kejadian. Ia sebelumnya mengalami luka parah dan terhimpit di kepala truk. Sementara pengendara sepeda motor Yamaha Vixion, Redi Tri Hari Susongko, juga mengalami luka parah dan sepeda motornya juga ringsek . Sebanyak tiga korban lukaluka dirawat di Puskesmas Kalitidu. Sementara 17 korban lukaluka lainnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu.
Kemudian korban meninggal dunia langsung diautopsi di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Setelah kejadian kecelakaan itu, jalur Bojonegoro-Ngawi mengalami kemacetan panjang hingga mencapai lima kilometer. Petugas Polres Bojonegoro baru bisa mengurai kemacetan setelah mengevakuasi bus dan truk yang melintang di tengah jalan satu jam lamanya.
Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Sarwono, polisi sudah olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, sopir bus diduga ugal-ugalan saat melaju di jalan raya Bojonegoro- Ngawi. ”Untuk sementara sopir bus masih sebagai saksi. Kondisinya masih kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Iptu Sarwono.
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Bojonegoro, Asep Permana saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kalitidu mengungkapkan, semua korban kecelakaan akan mendapatkan santunan. Untuk korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp25 juta dan korban yang luka-luka mendapatkan santunan maksimal Rp10 juta.
”Korban yang mengalami luka mendapatkan perawatan pihak rumah sakit. Nanti biaya pengobatan dan perawatan ini yang akan diganti oleh Jasa Raharja,” ujarnya.
Muhammad roqib
(ars)