Hari Raya Sura, Padepokan Wulan Tumanggal Tegal Gelar Kirab

Jum'at, 24 Oktober 2014 - 20:00 WIB
Hari Raya Sura, Padepokan...
Hari Raya Sura, Padepokan Wulan Tumanggal Tegal Gelar Kirab
A A A
TEGAL - Ratusan warga penghayat kepercayaan Padepokan Wulan Tumanggal Perguruan Trijaya di Desa Karang Tengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal mengikuti kirab rajakaya untuk memperingati Hari Raya Sura 1948 J, Jumat (24/10/2014).

Kirab yang digelar rutin tiap tahun ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kirab dimulai sekitar pukul 14.00 WIB diawali dengan tarian Gatot Kaca dan Hanoman di halaman Padepokan Wulan Tumanggal Perguruan Trijaya. Selanjutnya iring-iringan peserta kirab dilepas berjalan mengelilingi desa.

Dalam kirab tersebut, diarak satu tumpeng dan satu gunungan hasil bumi seperti wortel, ketela, kacang panjang, padi, dan sejumlah buah-buahan.

Selain itu, turut dikirab juga dua ekor sapi dengan masing memiliki berat sekitar 400 kilogram.

Kirab semakin meriah dengan diikut sertakannya sejumlah kesenian daerah seperti barongsai dan wayang orang.

Peserta kirab sendiri tidak hanya berasal dari warga setempat, namun juga datang dari sejumlah daerah lain di luar Tegal seperti Pemalang, Purwodadi, Yogyakarta, dan Semarang.

Setelah berkeliling desa, iring-iringan kirab kembali ke halaman padepokan dan diakhiri dengan ritual rebut gunungan.

Ratusan warga yang sudah menanti langsung berebutan hasil bumi yang diikat di gunungan setinggi sekitar dua meter dengan harapan bisa mendapatkan berkah.

Pembina Perguruan Trijaya Romo Panji Laksono Suryaningrat mengatakan, pelaksanaan kirab merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemudahan maupun kesulitan yang diberikan selama satu tahun.

"Pada dasarnya kita adalah makhluk Tuhan yang diberikan kesulitan dan kesenangan. Apapun itu tetap harus disyukuri. Kita ucapkan syukur dalam bentuk yang riil yakni kirab," katanya.

Romo Panji menjelaskan, arak-arakan kirab adalah simbol bentuk syukur yang nyata karena dilakukan dengan rasa gembira oleh peserta.

Sedangkan gunungan yang mempunyai bentuk mengerucut ke atas adalah simbol hubungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kemudian rebutan gunungan bermakna rejeki harus dicari dengan mengeluarkan segala upaya. Meski demikian hal itu dilakukan dengan tidak saling menyakiti. Setelah berebut, semua menerima apa yang didapat," ujarnya.

Romo Panji menyatakan pelaksanaan kirab akan terus dilakukan secara rutin tiap tahun karena sudah menjadi tradisi budaya yang harus dilestarikan.

"Mudah-mudahan pada pelaksanaan tahun depan bisa lebih baik dengan jumlah hasil bumi dan sapi yang diberikan ke masyarakat lebih banyak," imbuhnya.

Salah satu warga penghayat kepercayaan Dami Rahmawati mengaku sengaja datang dari Kradenan, Kabupaten Purwodadi agar bisa mengikuti kirab dan berebut gunungan hasil bumi.

"Selain sebagai betuk syukur, harapannya biar terus diberikan kesehatan dan rejeki yang banyak pada tahun-tahun selanjutnya," tutur Dami yang datang bersama sejumlah keluarganya.
(sms)
Berita Terkait
Milad ke-68 Yayasan...
Milad ke-68 Yayasan Attaqwa, Malam Gebyar 1 Muharam 1446 H Digelar
Pawai Obor Hingga Zikir...
Pawai Obor Hingga Zikir Akbar Warnai Tahun Baru Hijriyah di Pangkep
Begini Ritual Syiah...
Begini Ritual Syiah pada Hari Asyura, Ada yang Menyisa Diri
Begini Doa Asyura Berdasar...
Begini Doa Asyura Berdasar Kitab Kanzun Najah, InsyaAllah Makbul
Doa Malam 10 Muharam,...
Doa Malam 10 Muharam, Arab, Latin dan Artinya
Sumur Amber Blitar Mulai...
Sumur Amber Blitar Mulai Dibanjiri Pelaku Ritual Malam 1 Suro
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
14 menit yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
1 jam yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
1 jam yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
2 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
2 jam yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved