Pawai Obor Hingga Zikir Akbar Warnai Tahun Baru Hijriyah di Pangkep
Senin, 24 Agustus 2020 - 23:03 WIB
loading...
Peringatan 1 Muharram 1442 Hijriyah di Kabupaten Pangkep. Foto: Istimewa
A
A
A
PANGKEP - Beragam kegiatan digelar warga untuk peringatan tahun baru Hijriyah yang jatuh setiap tanggal 1 Muharram. Tahun ini tanggal 1 Muharram 1442 jatuh pada 19 Agustus lalu.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Mattiro Matae yang menggelar kegiatan zikir akbar, pawai obor dengan berkeliling pulau Gondong Bali, jalan santai pada pagi hari serta sejumlah permainan. Tujuannya untuk mengingatkan warga tentang mulianya bulan Muharram dan sekaligus menghibur warga desa.
Baca Juga: Tahun Baru Islam, Pemkab Soppeng Ajak Warga Berdoa Agar COVID-19 Berakhir
Kepala Desa Mattiro Matae, Rizal Idris mengatakan, peringatan 1 Muharram ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, zikir akbar yang digelar serta pawai obor ini baru pertama kali dilakukan di desa tersebut.
“Tujuannya jelas, untuk meningkatkan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT. Warga bisa mengaplikasikan ajaran agama Islam ,” katanya, Senin (24/8/2020).
Dia menambahkan, pemerintah desa saat ini fokus membangun karakter masyarakat. Tentunya dengan kegiatan islami.
“Semoga ada manfaat yang warga dapatkan, baik memetik ilmu dari ceramah yang disampaikan ustadz Rahmatullah asal Ponpes Mangkoso, serta membuat desa mendampatkan berkah dari kegiatan ini,” katanya.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Mattiro Matae yang menggelar kegiatan zikir akbar, pawai obor dengan berkeliling pulau Gondong Bali, jalan santai pada pagi hari serta sejumlah permainan. Tujuannya untuk mengingatkan warga tentang mulianya bulan Muharram dan sekaligus menghibur warga desa.
Baca Juga: Tahun Baru Islam, Pemkab Soppeng Ajak Warga Berdoa Agar COVID-19 Berakhir
Kepala Desa Mattiro Matae, Rizal Idris mengatakan, peringatan 1 Muharram ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, zikir akbar yang digelar serta pawai obor ini baru pertama kali dilakukan di desa tersebut.
“Tujuannya jelas, untuk meningkatkan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT. Warga bisa mengaplikasikan ajaran agama Islam ,” katanya, Senin (24/8/2020).
Dia menambahkan, pemerintah desa saat ini fokus membangun karakter masyarakat. Tentunya dengan kegiatan islami.
“Semoga ada manfaat yang warga dapatkan, baik memetik ilmu dari ceramah yang disampaikan ustadz Rahmatullah asal Ponpes Mangkoso, serta membuat desa mendampatkan berkah dari kegiatan ini,” katanya.
Lihat Juga :