Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Tana Toraja Rusak

Selasa, 21 Oktober 2014 - 11:17 WIB
Kekeringan, Ratusan...
Kekeringan, Ratusan Hektare Sawah di Tana Toraja Rusak
A A A
TANA TORAJA - Ratusan hektare (ha) sawah di Kabupaten Tana Toraja mengalami kerusakan, akibat kekeringan yang melanda wilayah itu sejak beberapa bulan terakhir. Kekeringan juga mengakibatkan tanah menjadi retak-retak.

“Musim kemarau tahun ini menyebabkan ratusan sawah rusak akibat kekeringan, karena saluran air irigasi tidak berfungsi karena tidak ada air,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura kabupaten Tana Toraja Richar Potte, di Makale, Selasa (21/10/2014).

Dia menyatakan, berdasarkan data petugas Pengamat Organisme Pengganti Tumbuhan (POPT) Provinsi Sulawesi Selatan, luas areal persawahan yang sudah ditanami di seluruh wilayah Kabupaten Tana Toraja 485 ha. Dari jumlah luas tanam tersebut, 213 ha diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat akibat kekeringan.

"Areal tanam yang mengalami rusak ringan seluas 117 ha. Sementara yang mengalami rusak sedang seluas 74 ha. Sawah yang mengalami rusak ringan dan rusak berat tersebar hampir di semua kecamatan, di kabupaten Tana Toraja," terangnya.

Sedangkan sawah yang mengalami rusak berat seluas 21 ha, tersebar di Kecamatan Rembon seluas 5 ha, Kecamatan Rantetayo 4 ha, Kecamatan Mengkendek 2 ha, Kecamatan Makale Selatan 2 ha, Kecamatan Makale Utara 4 ha, dan Kecamatan Makale 4 ha. Bahkan, ada sawah yang sudah mengalami puso, yakni di Kecamatan Rembon seluas 1 ha.

“Sebagian besar petani baru saja melakukan musim tanam. Tapi adanya kekeringan menyebabkan seluruh tanaman yang rata-rata berumur 15-80 hari mati,” katanya.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian dan Holtikultura memprediksi, jika hujan tidak juga turun hingga akhir Oktober 2014 mendatang, areal persawahan yang mengalami kerusakan bertambah luas.

"Sawah yang saat ini kondisinya rusak berat berpotensi puso. Begitu juga sawah yang rusak sedang berpotensi rusak berat, dan sawah yang rusak ringan berpotensi rusak sedang," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Warga Bontoa Jalan Puluhan...
Warga Bontoa Jalan Puluhan Kilometer untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Karawang Mulai Kekeringan,...
Karawang Mulai Kekeringan, BPBD Pasok Air Bersih hingga Tengah Malam
Menteri Siti Nurbaya...
Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance
Atasi Kekeringan, Pemkab...
Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bakal Pasang Pipa dan Buat Sumur
El Nino Meningkat Lebih...
El Nino Meningkat Lebih 50%, Potensi Kekeringan Makin Nyata
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
5 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
6 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
8 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved