Normalisasi Kali Berdampak Jalan Lebih Rendah dari Saluran Air

Selasa, 14 Oktober 2014 - 03:29 WIB
Normalisasi Kali Berdampak...
Normalisasi Kali Berdampak Jalan Lebih Rendah dari Saluran Air
A A A
JAKARTA - Pengerjaan normalisasi kali di sejumlah lokasi di Jakarta akan berdampak semakin rendahnya permukaan jalan.

Pantuan di lapangan pekerjaan normalisasi kali di sejumlah titik seperti, sisi sebelah Jalan Gunung Sahari, Pasar Baru Jakarta Pusat dan kali Sunter dilakukan dengan turap (sheet pile).

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta SM Robert Rajagukguk mengungkapkan di wilayah DKI Jakarta banyak pekerjaan fisik yang berkaitan pada penanggulangan dan pengendalian banjir.

Untuk saluran air makro di Gunung Sahari dan Pasar Baru merupakan pekerjaan Dinas PU.

"Pekerjaan itu dilakukan secara tahun jamak (multi years) sampai 2015," ungkap Robert di kantornya, Selasa (14/10/2014) .

Dia menjelaskan pemakaian sheet pile di saluran air makro terpaksa dilakukan untuk menahan ancaman dampak banjir di daerah hilir.

Apalagi kawasan di bagian utara Jakarta relatif rendah dan mudah terendam banjir dari rob.

Banjir di lokasi sana bisa lebih parah, jika di saat rob juga terjadi hujan deras di daerah hulu.

Airnya mengalir ke hilir yang tidak lain ke kawasan Gunung Sahari dan Pasar Baru yang terkena dampaknya.

"Tidak masalah kita pakai sheet pile, supaya air tidak melimpah. Biarlah jalan lebih rendah asalkan genangan tidak menyelimuti permukaan jalan," terangnya.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, wilayah bagian utara Jakarta sangat rendah.

Kondisi tanah semakin lunak. Hal itu harus diperhatikan. Bisa saja kawasan itu akan mengalami penurunan setiap waktu.

Makanya pembagunan penanggulangan banjir tidak cukup memakai sheet pile.

Sebab itu hanya mengendalikan air dalam saluran. Sedangkan air jatuhan hujan di atas permukaan jalan harus dialirkan ke tempat lain supaya terkepung.

Jika air terkepung perlu saluran atau pompa yang mengangkat air itu. "Saluran air makro yang dibangun itu harus ditunjang dengan pemeliharaan.

Sebab kondisi tanah di sana sangat lunak. Bisa saja turap itu menurun," tandasnya.
(whb)
Berita Terkait
Dukung Normalisasi,...
Dukung Normalisasi, Warga Bantaran Kali Ciliwung Enggan Direkolasi ke Rusunawa
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi...
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi Kali Adem Rampung Desember
Membelah Jakarta dan...
Membelah Jakarta dan Bersejarah, Cinta Ciliwung Bersih Harus Berkelanjutan
Normalisasi 40 Titik...
Normalisasi 40 Titik Sungai, Bekasi Anggarkan Rp20 Miliar
41 Alat Berat Dikerahkan...
41 Alat Berat Dikerahkan Normalisasi Sungai di Kabupaten Lutra
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Sungai Kandoa-Balambang Bakal Dinormalisasi
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
29 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved