Dukung Normalisasi, Warga Bantaran Kali Ciliwung Enggan Direkolasi ke Rusunawa
Selasa, 15 November 2022 - 12:21 WIB
loading...
Warga Taman Harapan, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur meminta kompensasi terkait tempat mereka yang akan terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung. Foto/MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Warga Taman Harapan, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur meminta Pemprov DKI memberikan kompensasi terkait tempat mereka yang akan terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung . Warga enggan bila harus dipindah ke rusunawa.
Salah satu warga RT 15/07 Taman Harapan, Cawang, Eka (37) mengatakan tidak keberatan dengan kebijakan normalisasi Kali Ciliwung yang dilakukan Pemprov DKI. "Kalau mau digusur, kita mah ikut aja. Tapi yang penting kita mendapatkan penggantian yang seimbang," kata Eka saat ditemui di serambi rumahnya yang berjarak 6 meter dari Kali Ciliwung, Selasa (15/11/2022).
Eka menuturkan, adanya tawaran alternatif Pemprov DKI kepada warga terdampak normalisasi untuk pindah ke Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa), menjadi pertimbangan yang berat.
"Pertama, kita punya orang tua, susah jadinya kalau naik turun tangga. Kedua, kalau di rusun kan jatuhnya bayar sewa, belum lagi listrik dan air. Kita lebih memilih penggantian biaya rumah tinggal saja," tuturnya.
Warga lainnya, Muhammad Nur (62) pun menyampaikan hal serupa. Dia menyampaikan tidak pernah terbayangkan dalam benaknya, untuk pindah menempati rusunawa di akhir masa hidupnya. Baca: Buntut Normalisasi Ciliwung, Warga Rawajati Tagih Ganti Untung ke Heru
Nur meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan kebijaksanaannya dengan matang. Pasalnya, selain karena sudah menuju usia senja, dia mengaku masih mengemban amanah untuk menjaga mushola hasil wakaf orang tuanya.
"Harapannya tuh supaya prosesnya berjalan lancar. Artinya, kalau memang dapat penggantian, sewajarnya dan tidak merugikan masyarakat di sini dan pemerintah," ucapnya.
Salah satu warga RT 15/07 Taman Harapan, Cawang, Eka (37) mengatakan tidak keberatan dengan kebijakan normalisasi Kali Ciliwung yang dilakukan Pemprov DKI. "Kalau mau digusur, kita mah ikut aja. Tapi yang penting kita mendapatkan penggantian yang seimbang," kata Eka saat ditemui di serambi rumahnya yang berjarak 6 meter dari Kali Ciliwung, Selasa (15/11/2022).
Eka menuturkan, adanya tawaran alternatif Pemprov DKI kepada warga terdampak normalisasi untuk pindah ke Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa), menjadi pertimbangan yang berat.
"Pertama, kita punya orang tua, susah jadinya kalau naik turun tangga. Kedua, kalau di rusun kan jatuhnya bayar sewa, belum lagi listrik dan air. Kita lebih memilih penggantian biaya rumah tinggal saja," tuturnya.
Warga lainnya, Muhammad Nur (62) pun menyampaikan hal serupa. Dia menyampaikan tidak pernah terbayangkan dalam benaknya, untuk pindah menempati rusunawa di akhir masa hidupnya. Baca: Buntut Normalisasi Ciliwung, Warga Rawajati Tagih Ganti Untung ke Heru
Nur meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan kebijaksanaannya dengan matang. Pasalnya, selain karena sudah menuju usia senja, dia mengaku masih mengemban amanah untuk menjaga mushola hasil wakaf orang tuanya.
"Harapannya tuh supaya prosesnya berjalan lancar. Artinya, kalau memang dapat penggantian, sewajarnya dan tidak merugikan masyarakat di sini dan pemerintah," ucapnya.
Lihat Juga :