Dilarang Berjualan di BKB, Pedagang Protes

Senin, 13 Oktober 2014 - 19:00 WIB
Dilarang Berjualan di...
Dilarang Berjualan di BKB, Pedagang Protes
A A A
PALEMBANG - Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Benteng Kuto Besak (P2BKB) Palembang mendatangi Kantor Wali Kota Palembang, Senin (13/10/2014). Mereka meminta agar wali kota dan wakil wali kota Palembang mengizinkan mereka kembali berjualan di pelataran BKB.

Massa datang membawa spanduk dengan berbagai seruan, antara lain siap untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di pelataran BKB jika diizinkan berjualan. Sebab, selama ini para pedagang yang terdiri dari penjual mi tek-tek, makanan dan minuman, mainan, dan aksesoris sangat bergantung mencari nafkah berjualan di BKB tersebut.

Perwakilan P2BKB Panji Krisna berharap agar Pemkot Palembang khususnya wali kota dan wakil wali kota dapat memberikan izin berjualan di BKB. "Kami meminta izin kembali berjualan di BKB. Pedagang juga siap membuat surat pernyataan untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan Pemkot Palembang," ujar Panji saat audiensi di ruang kerja Asisten I Pemkot Palembang.

Menurut Panji, sebelumnya pedagang diperbolehkan berjualan di BKB, bahkan masyarakat juga banyak yang setuju. Sebab, di lokasi BKB menyediakan tempat permainan hiburan rakyat yang murah meriah. Namun, mereka sangat menyesali tiba-tiba keberadaan pedagang ditentang dan mereka tidak boleh berjualan lagi di BKB.

Kondisi ini, jelas Panji, diperparah dengan adanya isu jual beli lahan oleh oknum dengan pedagang di BKB seharga Rp7 Juta per lapak. Namun, dikarenakan ulah oknum tersebut, seluruh pedagang terkena imbas dan akhirnya dilarang berjualan di BKB. "Itu kan isu, padahal belum tahu kebenarannya," ujar Panji.

Sementara itu, Asisten I Pemkot Palembang Sinta Raharja mengatakan pelarangan berjualan di pelataran BKB bukan dikarenakan isu jual beli lahan tersebut, namun lebih mengedepankan aspek keserasian, keindahan kota, dan kenyamanan pengunjung. Pelataran BKB dengan pemandangan ikon Kota Palembang yakni Jembatan Ampera bisa menjadi kurang baik dengan banyaknya pedagang yang berjualan.

"Jadi saya tegaskan disini untuk tempat yang lama yakni di pelataran BKB tetap dilarang untuk berjualan. Jadi tidak boleh lagi siapa pun yang berjualan dan saya minta Pol PP segera membersihkan tempat tersebut dari pedagang. Jangan ada tebang pilih, karena sebagai ikon Kota Palembang," tegas Sinta.

Meski begitu, Sinta sangat mengerti perasaan para pedagang tersebut sehingga pihaknya akan menyiapkan tempat berjualan di sekitar BKB. Misal di samping Kantor Pol PP yang lama. Dan, bila dirasa kurang pencahayaan akan dipasang lampu penerangan.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
24 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
33 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
39 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
52 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved