Oknum TNI Diduga Serang Petani di Banyuwangi

Rabu, 01 Oktober 2014 - 08:59 WIB
Oknum TNI Diduga Serang...
Oknum TNI Diduga Serang Petani di Banyuwangi
A A A
SURABAYA - Berlarut-larutnya proses penyelesaian sengketa agraria menyebabkan ketidakpastian, bagi warga Dusun Karangrejo Selatan Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Pada Minggu 28 September 2014, sekitar pukul 11.30 WIB, terjadi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga preman suruhan perusahaan PT Wongsorejo yang disinyalir anggota TNI.

Berdasarkan rilis yang diterima Sindonews dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jawa Timur (Jatim), penyerangan terjadi saat warga berupaya menghadang buldoser yang sedang diarahkan ke lahan pertanian warga.

Buldoser ini merusak batas lahan dan juga tanaman petani seperti kayu mindi, jati, pisang, rumput gajah yang biasa digunakan makanan ternak milik warga desa. Akibat dari penyerangan tersebut, sekitar 10 petani mengalami luka memar.

Konfllik antara warga dan PT Wongsorejo ini terjadi akibat diberikanya izin hak guna usaha (HGU) kebun randu seluas 603 hektare sejak 1980. Namun HGU tersebut telah berakhir sejak akhir tahun 2012, kemudian akan diperpanjang.

Di kawasan kebun randu ini, ada sekitar 287 Kepala Keluarga (KK) yang menetap sejak 1950-an. Mereka meminta 220 hektare lahan sebagai pemukiman dan pertanian. Permintaan petani ditolak. Pemerintah Banyuwangi dan PT Wongsorejo hanya bersedia memberikan lahan seluas 60 hektare.

Situasi di kampung saat ini semakin memanas, akibat dari jalan akses keluar masuk kampung yang di halangi oleh perusahaan dengan cara membuat lubang di kanan kiri jalan sehingga memaksa warga memutar jalan yang lain.

Akibat dari situasi tersebut, Kontras meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap warga sekaligus perusakan terhadap pengrusakan lahan pertanian warga. Mendesak untuk memberikan jaminan keamanan bagi warga sekitar, agar tidak terjadi kekerasan.
(san)
Berita Terkait
Ada Putusan MA, Kejari...
Ada Putusan MA, Kejari Pelalawan: Eksekusi Lahan Tetap Harus Dilaksanakan
Kejaksaan Agung Menang...
Kejaksaan Agung Menang Gugatan Kasus Kebakaran Hutan di Jambi
Konflik Batas Lahan...
Konflik Batas Lahan Garapan di Jember Jawa Timur, 9 Orang Ditangkap Polisi
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Ketua MPR Desak Kementerian...
Ketua MPR Desak Kementerian ATR Selesaikan Konflik Agraria di Deliserdang
Polisi Ungkap Penyebab...
Polisi Ungkap Penyebab Pecahnya Konflik antara Warga dengan Karyawan PT MEG
Berita Terkini
Ribuan Titik Panas Kepung...
Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
7 menit yang lalu
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
24 menit yang lalu
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
1 jam yang lalu
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
2 jam yang lalu
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
2 jam yang lalu
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
5 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved