KA Komuter Bisa Dapat Subsidi Pemerintah Pusat

Rabu, 01 Oktober 2014 - 01:03 WIB
KA Komuter Bisa Dapat...
KA Komuter Bisa Dapat Subsidi Pemerintah Pusat
A A A
SEMARANG - Pengamat Transportasi Universitas Katholik (Unika) Soegijapranta menilai, tarif Kereta Api (KA) Komuter Kedung Sepur rute Gubug-Weleri (KA) Rp15.000 memang terlampau mahal.
Akibatnya, pengguna KA Komuter sangat sedikit.

“Ketika saya di Gubug (Stasiun Gubug), penumpangnya masih sangat sedikit. Kata petugas stasiun, hanya ada tujuh orang yang menggunakan KA,” katanya.

Dia mengaku, sebenarnya KA Komuter bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkretaapian, pemerintah bisa memberikan PSO atau Subsidi terhadap KA yang dianggap perintis.

“Kebetulan saat ini pemerintah menghapus PSO untuk KA ekonomi jarak jauh, dan hanya memberikan subsidi hanya ekonomi lokal,”katanya.

Oleh karena itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diharapkan proaktif, karena dana subsidi sudah ada di pusat, dan pemerintah daerah tinggal mengajukan permohonan subsidi untuk KA Komuter.

Dia yakin dengan adanya subsidi dari pemerintah, harga tiket bisa menjadi Rp3.000. Dengan harga subsidi tersebut, maka dipastikan komuter akan mampu menjadi transportasi pilihan masyarakat.

“Saya sudah ketemu dengan Pak Dirjen Perkeretaapian, boleh kok pemerintah daerah mengajukan, tinggal bagaimana pemerintah Provinsi. Pusat bisa memberikan subsidi, sehinga tiket bisa di bawah 5.000,” jelasnya.

Menurut dia, dengan tiket hanya Rp3.000 sangat bisa diterima masyarakat. Jika tiket Rp3.000, maka pekerja dari Gubug hanya mengeluarkan uang Rp6.000 PP. Jika menitipkan motor di stasiun ditambah Rp2000, sehingga total hanya Rp8000, yang dikeluarkan oleh masyarkat dalam seharinya.

“Paling banyak masyararakat hanya mengeluarkan Rp150.000 per bulan dan itu bisa diterima,” imbuhnya.
(lis)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
46 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved