Ina Mahasiswi Undip, Ternyata Diseret hingga Tewas

Minggu, 14 September 2014 - 17:22 WIB
Ina Mahasiswi Undip,...
Ina Mahasiswi Undip, Ternyata Diseret hingga Tewas
A A A
SEMARANG - Mustofa (26) kuli bangunan tersangka pembunuh Ina Winarni (22) mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ternyata menyeret korban dari lantai 2 ke lantai 1 dalam keadaan masih hidup.

Ina diseret dengan keadaan leher terikat tali tambang plastik, mulut dan hidung disumpal kain. Aksi sadistis itu, akhirnya menyebabkan mahasiswi Undip ini tewas. Pembuluh darah di leher korban pecah, menyebabkan pendarahan.

Tak hanya itu, tersangka mengaku sudah 2 hari merencanakan aksinya. Tali tambang plastik itu sudah disiapkan sebelumnya, dibawa tersangka dari Blok G27, rumah yang sedang digarapnya, persis sisi utara Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saya eksekusi sendiri Ina, masuk dari lantai 2 lewat belakang. Korban saya bekap dari belakang dan leher dijerat, memang sudah bawa tambang (tali) untuk persiapan," ungkap tersangka saat digelandang ke TKP, Minggu (14/9/2014).

Mustofa mengatakan, tujuannya masuk rumah itu untuk mencuri, namun pembunuhan juga direncanakan jika ternyata aksinya dipergoki korban.

"Saat saya seret, tangan korban diikat ke belakang. Mau teriak, akhirnya saya bekap. Waktu diseret masih hidup, akhirnya meninggal waktu di lantai 1 di dalam kamar," lanjutnya sembari menahan sakit karena sebelah kakinya tertembus peluru petugas.

Setelah korban tewas, tersangka mengambil telepon seluler (ponsel) dan sepeda motor korban yakni Honda Vario.

Tersangka melarikan motor Vario lewat sisi belakang kompleks perumahan, sudah ada temannya yang bersiap.

Setelah motor berpindah tangan, tersangka kembali ke Blok G27, membawa sepeda motornya sendiri Yamaha Jupiter dan melarikan diri ke tempat asalnya, daerah Undakan, Kabupaten Kudus.

"Saya masuk ke rumah korban jam 11an, saya tidak tahu pasti jam berapa saya keluar," timpal Mustofa.

Tim Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reskrim Polrestabes Semarang sendiri menggelandang tersangka ke TKP untuk memperjelas bagaimana aksi sadistis itu berlangsung.

Polisi memastikan, pasalnya tersangka sering berubah-ubah keterangan bahkan berkelit setelah ditangkap Jumat sore 12 September lalu.

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto, yang memimpin langsung kegiatan siang itu, mengatakan pihaknya sedang mendalami keterangan tersangka.

"Ini bukan rekonstruksi, tapi untuk pendalaman saja. Aksi tersangka ini pembunuhan berencana, kita jerat 340 (Pasal 340 KUHP). Itu bisa hukuman mati atau seumur hidup," ungkapnya di TKP.

Terkait barang korban yang hilang, Wika mengatakan sepeda motor sudah ditemukan dan dibawa ke Mapolrestabes Semarang dari daerah Sukililo, Pati. Ponsel korban sudah dijual tersangka.

"Kami masih kembangkan. Sistem pengamanan di sini perlu dievaluasi. Tersangka ini keluar lewat pintu belakang perumahan, yang dibuka untuk keperluan proyek," lanjutnya.
(sms)
Berita Terkait
Pembunuhan di Semarang...
Pembunuhan di Semarang Berhasil Diungkap, Motifnya Perampokan
Pelaku Pembunuhan Perempuan...
Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kosan Elite Denpasar Ditangkap
Perampok Sadis Tewas...
Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan, Begini Ceritanya
Lansia Tewas Dibunuh,...
Lansia Tewas Dibunuh, Saksi Curigai 2 Orang Berperawakan Tinggi Besar
Misteri Pembunuhan Gadis...
Misteri Pembunuhan Gadis Dalam Kolam Terungkap, Ini Pelaku dan Motifnya
Polisi Ringkus Pembunuh...
Polisi Ringkus Pembunuh yang Mayatnya Ditemukan di Setu
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved