Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan, Begini Ceritanya
Sabtu, 29 Mei 2021 - 19:47 WIB
loading...
FSeorang pria berinisial A alias IG warga Jalan Sutomo Gg Pelita I Medan, yang diduga pelaku perampokan dikabarkan tewas ditembak polisi di Medan, Jumat (28/5/2021). oto/ilustrasi SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Seorang pria berinisial A alias IG warga Jalan Sutomo Gg Pelita I Medan, yang diduga pelaku perampokan dikabarkan tewas ditembak polisi di Medan, Jumat (28/5/2021). Ceritanya, pelaku dibekuk polisi atas kasus perampokan disertai pembunuhan yang merenggut nyawa Lisbet Boru Napitupulu (50) di Jalan Pelita I Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (6/5/2021) lalu.
Tewasnya A alias IG jadi pembicaraan hangat warga sekitar. Apalagi, rumah pelaku dan korban berdekatan, berjarak sekitar 700 meter saja. "Kami dapat kabar jam 11 siang, sebelum salat Jumat. Kabarnya ditembak polisi terkait kasus perampokan di Jalan Pelita I," kata Rianto (41) salah seorang warga sekitar kepada wartawan. Baca juga: Perampok Kejam Membabi Buta di SMK Bogor, Masuk Pura-pura Berjualan Batik
Ia mengatakan dalam pengungkapan tersebut polisi juga turut mengamankan seorang pelaku lainnya, yang juga warga seputaran Jalan Sutomo Medan. "Rumah duka di Gg Yahya ini. Kalau istri almarhum (pelaku) gak ada di rumah. Istrinya (terlibat) kasus narkoba. Ini rumah orangtua (pelaku)," pungkasnya.
Informasi diperoleh wartawan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur. Baca juga: Pembunuh Wanita di Hotel di Menteng Dicokok, Ini Penampakannya
Pengungkapan ini bermula ketika polisi menerima laporan kasus pembunuhan mengerikan di sebuah rumah yang dijadikan usaha warung di Jalan Pelita I Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (6/5/2021) pagi. Korban yang merupakan seorang janda ini diketahui bernama Lisbet Boru Napitupulu berusia sekitar 50 tahunan. Korban tewas terkapar bersimbah darah di kamarnya.
Salah seorang tetangga korban, Mama Naomi (59) mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah seorang wanita teman korban yang merupakan agen penjual pulsa, memanggil korban tapi tidak kunjung menyahut. "Dilihatnya ada darah di lantai," kata tetangga korban, Mama Naomi (59) kepada wartawan
Merasa ada yang tidak beres, teman korban tersebut lalu memanggil warga sekitar, dan selanjutnya menginformasikan kepada pihak kepolisian. "Kami warga takut masuk ke rumah, polisi yang melihat ke dalam korban terkapar di kamarnya, kakinya terikat" kata Mama Naomi.
Tewasnya A alias IG jadi pembicaraan hangat warga sekitar. Apalagi, rumah pelaku dan korban berdekatan, berjarak sekitar 700 meter saja. "Kami dapat kabar jam 11 siang, sebelum salat Jumat. Kabarnya ditembak polisi terkait kasus perampokan di Jalan Pelita I," kata Rianto (41) salah seorang warga sekitar kepada wartawan. Baca juga: Perampok Kejam Membabi Buta di SMK Bogor, Masuk Pura-pura Berjualan Batik
Ia mengatakan dalam pengungkapan tersebut polisi juga turut mengamankan seorang pelaku lainnya, yang juga warga seputaran Jalan Sutomo Medan. "Rumah duka di Gg Yahya ini. Kalau istri almarhum (pelaku) gak ada di rumah. Istrinya (terlibat) kasus narkoba. Ini rumah orangtua (pelaku)," pungkasnya.
Informasi diperoleh wartawan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur. Baca juga: Pembunuh Wanita di Hotel di Menteng Dicokok, Ini Penampakannya
Pengungkapan ini bermula ketika polisi menerima laporan kasus pembunuhan mengerikan di sebuah rumah yang dijadikan usaha warung di Jalan Pelita I Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (6/5/2021) pagi. Korban yang merupakan seorang janda ini diketahui bernama Lisbet Boru Napitupulu berusia sekitar 50 tahunan. Korban tewas terkapar bersimbah darah di kamarnya.
Salah seorang tetangga korban, Mama Naomi (59) mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah seorang wanita teman korban yang merupakan agen penjual pulsa, memanggil korban tapi tidak kunjung menyahut. "Dilihatnya ada darah di lantai," kata tetangga korban, Mama Naomi (59) kepada wartawan
Merasa ada yang tidak beres, teman korban tersebut lalu memanggil warga sekitar, dan selanjutnya menginformasikan kepada pihak kepolisian. "Kami warga takut masuk ke rumah, polisi yang melihat ke dalam korban terkapar di kamarnya, kakinya terikat" kata Mama Naomi.
Lihat Juga :