Tak Tertarik Risma, Golkar Usung Kader Sendiri
Kamis, 04 September 2014 - 18:18 WIB
Tak Tertarik Risma, Golkar Usung Kader Sendiri
A
A
A
SURABAYA - Pada Pilkada Surabaya 2015, Partai Golkar memilih mengusung calon dari kader sendiri ketimbang Tri Rismaharini (Risma).
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Adies Kadir mengatakan, meski Risma dianggap berprestasi dan meraih banyak penghargaan untuk Surabaya, pihaknya tidak tertarik. Sudah saatnya partai mengusung kader sendiri guna merebut kursi nomor satu di Kota Pahlawan ini.
"Nanti dalam pencalonan, kami akan tetap melakukan verifikasi siapa saja yang akan kami calonkan," katanya, Kamis (4/9/2014)
Pihaknya tidak membatasi yang ikut verifikasi ini adalah kader partai. Sebab, orang luar misalnya tokoh masyarakat juga dipersilakan untuk masuk bursa pencalonan partai. Kemudian, setelah verifikasi akan dilanjutkan dengan survei.
Survei ini untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas calon. Nantinya, diputuskan dua nama yang dianggap memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas tinggi. "Tapi kami akan tetap utamakan kader partai," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, PDIP mewacanakan tidak mengusung Risma dalam Pilkada Kota Surabaya pada 2015. Sebab, Risma dinilai jalan sendiri dan tidak pernah melibatkan partai.
Keengganan PDIP kembali mengusung Risma dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Ahmad Suyanto menilai, Risma masih sangat layak untuk maju kembali dalam perebutan kursi wali kota tahun depan.
"Kami siap menjadi kendaraan politik Risma ketika dia ingin maju menjadi wali kota untuk periode selanjutnya (2015-2020)," katanya, Rabu (3/9/2014).
Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak memprioritaskan Risma sebagai calon wali kota yang diusung pada Pilkada Surabaya tahun depan. "Jadi ada kelebihannya dan juga ada kekurangannya. Kami tidak terlalu mengidolakan figur Risma," kata Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin, Kamis (4/9/2014).
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Adies Kadir mengatakan, meski Risma dianggap berprestasi dan meraih banyak penghargaan untuk Surabaya, pihaknya tidak tertarik. Sudah saatnya partai mengusung kader sendiri guna merebut kursi nomor satu di Kota Pahlawan ini.
"Nanti dalam pencalonan, kami akan tetap melakukan verifikasi siapa saja yang akan kami calonkan," katanya, Kamis (4/9/2014)
Pihaknya tidak membatasi yang ikut verifikasi ini adalah kader partai. Sebab, orang luar misalnya tokoh masyarakat juga dipersilakan untuk masuk bursa pencalonan partai. Kemudian, setelah verifikasi akan dilanjutkan dengan survei.
Survei ini untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas calon. Nantinya, diputuskan dua nama yang dianggap memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas tinggi. "Tapi kami akan tetap utamakan kader partai," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, PDIP mewacanakan tidak mengusung Risma dalam Pilkada Kota Surabaya pada 2015. Sebab, Risma dinilai jalan sendiri dan tidak pernah melibatkan partai.
Keengganan PDIP kembali mengusung Risma dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya Ahmad Suyanto menilai, Risma masih sangat layak untuk maju kembali dalam perebutan kursi wali kota tahun depan.
"Kami siap menjadi kendaraan politik Risma ketika dia ingin maju menjadi wali kota untuk periode selanjutnya (2015-2020)," katanya, Rabu (3/9/2014).
Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak memprioritaskan Risma sebagai calon wali kota yang diusung pada Pilkada Surabaya tahun depan. "Jadi ada kelebihannya dan juga ada kekurangannya. Kami tidak terlalu mengidolakan figur Risma," kata Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin, Kamis (4/9/2014).
(zik)