PKL Membandel, Satpol PP Kerahkan Alat Berat

Rabu, 27 Agustus 2014 - 17:19 WIB
PKL Membandel, Satpol...
PKL Membandel, Satpol PP Kerahkan Alat Berat
A A A
SEMARANG - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Menteri Supeno, Semarang, membandel. Satpol PP Kota Semarang pun mengerahkan alat berat untuk menghancurkan trotoar tempat PKL tersebut berjualan.

Hal tersebut dilakukan karena di lokasi itu masih berdiri kios-kios PKL yang telah digusur Senin lalu. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, alat berat tersebut langsung menghancurkan pedestrian yang selama ini digunakan para PKL untuk berjualan. Proses pembongkaran tersebut mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian dan beberapa petugas Satpol PP.

Beberapa PKL terlihat ketakutan dan berlarian menyelamatkan barang dagangannya saat backhoe mulai beroperasi. Beberapa di antara mereka sibuk membereskan dagangannya dan memohon agar diberikan waktu untuk menyelamatkan barangnya sebelum alat berat menghancurkan lokasi itu.

Bahkan, ada pula di antara para pedagang yang menangis melihat lokasi berjualannya selama puluhan tahun itu dibongkar total.

"Ini bentuk keseriusan kami dalam menertibkan PKL bandel, sebab sudah kami peringatkan dan tertibkan tetap saja nekat melanggar. Makanya pedestrian di lokasi ini kami hancurkan agar mereka tidak dapat kembali berjualan lagi," kata Kusnandir, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Semarang di lokasi pembongkaran, Rabu (27/8/2014).

Menurut Kusnandir, pihaknya akan melakukan hal yang sama di lokasi-lokasi lainnya jika kedapatan ada PKL yang membandel setelah ditertibkan. Hal itu dilakukan demi menegakkan Perda dan membuat Kota Semarang menjadi bersih dan rapi.

"Nantinya, di lokasi ini akan dibangun menjadi taman. Selain untuk memperindah Kota Semarang, pembangunan taman bertujuan agar para pedagang tidak kembali lagi menggunakannya untuk berjualan."

Nantinya, lanjut Kusnandir, pengawasan akan dilakukan secara ketat. Jika masih ada pedagang yang nekat melanggar, pihaknya mengaku tidak akan segan menindaknya secara tegas. "Akan dilakukan pengawasan penuh, kalau masih nekat pasti akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Tarso (51), warga Kintelan Kecamatan Gajahmungkur, Semarang mengaku kecewa dengan pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut. Menurutnya, pembongkaran lokasi itu sama artinya dengan memutus pendapatannya sehari-hari.

"Penghasilan keluarga untuk kehidupan sehari-hari ya diperoleh dari berjualan di sini. Kalau dibongkar total seperti ini, saya dapat uang dari mana," kata dia.

Lebih lanjut Tarso mengatakan, pihaknya mendesak Pemkot Semarang mau memberikan solusi. Tempat relokasi mutlak dibutuhkan saat ini agar kehidupan mereka tetap normal.

"Kalau dibongkar total seperti ini tanpa adanya solusi lokasi lain namanya membunuh kami secara perlahan. Tolong itu diperhatikan, jangan main bongkar saja tanpa adanya solusi kongkret," tegasnya bapak dari empat orang anak ini.

Lurah Randusari Edwin Noya mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemkot Semarang untuk menertibkan PKL di lokasi tersebut. Pihaknya juga mengaku akan membantu Satpol PP untuk melakukan pengawasan.

"Kami dukung penuh karena ini demi penataan dan kebersihan lingkungan. Kami juga akan membantu melakukan pengawasan," ujarnya.

Pembongkaran pedestrian yang digunakan sekitar 56 PKL tersebut selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Selain membongkar pedestrian, petugas juga mengangkut beberapa gerobak milik pedagang dan peralatan lainnya yang ditinggalkan di atas trotoar.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved