Sopir Truk Korban Perampokan Ditemukan Tewas di Dasar Jurang

Kamis, 21 Agustus 2014 - 13:23 WIB
Sopir Truk Korban Perampokan...
Sopir Truk Korban Perampokan Ditemukan Tewas di Dasar Jurang
A A A
BANTUL - Sopir truk korban perampokan, Ahmad Robadi (60), ditemukan tewas di Pegunungan Nawungan 1, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Kamis (20/8/2014) sekitar pukul 07.00 WIB. Mayat warga Kedawung, Pejagoan, Kebumen itu ditemukan di lahan kosong di dasar jurang sedalam 10 meter.

Penemuan mayat tersebut bermula dari proses penyidikan kasus perampokan yang terjadi di wilayah Polsek Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Petugas kepolisian dari Polsek Panggang yang pertama kali menemukan mayat korban adalah Khabib Mushlih.

Saat itu ia mendalami kasus perampokan di wilayahnya. Ia mencoba mendalami keterangan saksi korban, Ahmad Syaiful Aziz (22), warga Kedawung, Pejagoan, yang berprofesi sebagai kernet truk korban perampokan. "Dari keterangan Ahmad, saya dalami katanya dari terakhir berpisah dengan korban, sekitar 15 menit kemudian pelaku sudah kembali putar balik dan menemui Ahmad," ujarnya.

Khabib memperkirakan, 15 menit perjalanan dari perpisahan di daerah Imogiri, ia menyimpulkan kemungkinan peristiwa perampokan terjadi di Nawungan 1. Ia lantas menyisir lokasi tersebut, lalu menemukan sepasang sandal. Sandal tersebut lantas ia foto dan ia kirimkan lewat whats app ke rekannya yang berada di Polsek Panggang. Oleh rekannya, foto sandal tersebut lantas ditunjukkan kepada saksi korban lain yang kebetulan diperiksa, Ahmad Syaiful.

Ahmad Syaiful membenarkan sandal tersebut milik sopir truk yang juga rekannya. Khabib lantas terus melakukan pencarian, dan ditemukanlah topi. Sementara di sekitar topi tersebut kondisi lahan sudah berantakan, seperti terjadi pergumulan. "Saya terus telusuri jejaknya. Dan, di dasar jurang sedalam 10 meter korban saya temukan telentang sudah tak bernyawa," ceritanya.

Ia lantas menghubungi rekan-rekannya di Polsek Panggang dan Polsek Imogiri, wilayah hukum lokasi penemuan mayat. Kondisi lokasi penemuan korban cukup sulit. Selain berada di kedalaman 10 meter, lokasi juga cukup jauh dari jalan besar. Akibatnya, proses evakuasi cukup lama. Tubuh korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Imogiri Kompol Herlambang di lokasi kejadian mengungkapkan, kasus pencurian dengan kekerasan tersebut berawal Selasa (19/8/2014) malam, dari telepon yang diterima oleh kedua saksi, Slamet Puniji, warga Kedawung, Pejagoan, Kebumen selaku pemilik truk yang dikendarai dua korban tersebut. Slamet ditelepon seseorang yang mengaku bernama Joko dan menawarkan bronjong talud senilai Rp18,5 juta.

Melalui sambungan telepon itu, mereka menyepakati harga bronjong tersebut. Kedua korban lantas disuruh Slamet menemui Joko bersama seorang temannya di kawasan Imogiri karena sebelumnya ada janji mau ketemu dengan Joko di wilayah tersebut. Mereka bertemu dengan orang yang mengaku di Imogiri dan terjadi pembicaraan.

"Si sopir, Robadi lantas diajak Joko mengendarai motor Satria FU untuk melihat bronjong. Ternyata selang 15 menit Joko kembali lagi," cerita Herlambang.

Joko kembali lagi dan menyuruh Syaiful untuk menyusul Robadi. Namun karena Syaiful tidak bisa mengendarai truk, Joko lantas menghubungi rekannya yang lain. Sehabis Zuhur, truk tersebut lantas dibawa ke arah Kecamatan Panggang. Sesampai di daerah Dusun Turunan, Desa Giripurwo, Kecamatan Panggang, Syaiful ditodong pakai senjata api.

Syaiful dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp18,5 juta milik pemilik truk. Tak hanya ditodong, korban juga dianiaya, sehingga mengakibatkan beberapa bagian tubuhnya luka-luka. Setelah berhasil merampas uang Syaiful, pelaku yang berjumlah empat orang langsung melarikan diri ke arah Yogyakarta menggunakan motor Satria FU belum diketahui pelat nomornya dan satu lagi sepeda motor belum diketahui jenis motornya.

"Setelah pelaku kabur, Syaiful teriak-teriak. Ada beberapa warga yang mencoba mengejar mereka, tetapi karena kalah gesit, pelaku tidak ditemukan."

Korban Syaiful dengan didampingi masyarakat sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panggang. Sampai saat ini, pihaknya selaku pemilik lokasi penemuan mayat korban terus berkoordinasi dengan Polsek Panggang sebagai pemilik wilayah lokasi perampokan.

Kedua pihak mencoba mencari pelaku dan mendalami motif pembunuhan tersebut. Karena seperti diketahui, bronjong besi penahan talud tidak dijual secara umum. Sementara jenazah korban dikirim ke RSUP Sardjito untuk divisum.
(zik)
Berita Terkait
Pembunuhan di Semarang...
Pembunuhan di Semarang Berhasil Diungkap, Motifnya Perampokan
Pelaku Pembunuhan Perempuan...
Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kosan Elite Denpasar Ditangkap
Lansia Tewas Dibunuh,...
Lansia Tewas Dibunuh, Saksi Curigai 2 Orang Berperawakan Tinggi Besar
Perampok Sadis Tewas...
Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan, Begini Ceritanya
Perampok Sadis Beraksi...
Perampok Sadis Beraksi di Bone, Pemilik Kios Dibunuh
Polisi Ringkus Pembunuh...
Polisi Ringkus Pembunuh yang Mayatnya Ditemukan di Setu
Berita Terkini
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
21 menit yang lalu
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
21 menit yang lalu
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
37 menit yang lalu
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
1 jam yang lalu
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
1 jam yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved