Penyegelan Sekolah di Bone karena Polisi Lamban

Senin, 04 Agustus 2014 - 15:40 WIB
Penyegelan Sekolah di...
Penyegelan Sekolah di Bone karena Polisi Lamban
A A A
WATAMPONE - Salah satu alasan warga kembali menyegel Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annurain Lonrae karena pihak kepolisian lamban menangani kasus sengketa lahan.

Hal tersebut diungkapkan Hamsah (55), salah seorang kerabat warga yang mengaku pemilik lahan tersebut saat dikonfirmasi Sindonews.com, Senin (4/8/2014). "Saya sudah laporkan masalah ini ke Polres Bone, saya mengadukan pihak yayasan telah melakukan pemalsuan dokumen lahan tersebut, tapi sampai hari ini polisi lamban dan tidak ada penyelesaian," ujarnya.

Hamsah yang menyayangkan lambannya penanganan dari pihak kepolisian tersebut akhirnya kembali memasang pagar di areal sekolah yang diklaim milik Supu, salah seorang kerabatnya. Bahkan, pagar yang dipasang kali ini dari lembaran seng bekas adalah yang kali ketiga dilakukannya, sehingga akses ke sekolah tertutup.

Lambannya penanganan pihak kepolisian tersebut juga disayangkan oleh pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annurain Lonrae. Menurut Kepala MI Annurain Lonrae Mursyidah, jika polisi sigap menyelesaikan masalah ini, bisa jadi penyegelan sekolah yang cukup mengganggu aktivitas belajar mengajar tersebut bisa dihindari.

"Saya pernah ke kantor polisi dan mereka meyakinkan akan memanggil pihak yang mengaku pemilik lahan itu, tapi sampai hari ini tidak ada solusinya. Tapi masalah ini sudah ditangani pihak yayasan, kami hanya berusaha agar sekolah tetap jalan," ujar Mursyidah.

Sementara itu, pihak kepolisian Polres Bone membantah pihaknya lamban dalam menangani kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ali Tahir mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. "Kami sudah melakukan penyelidikan dan sudah dilakukan gelar perkara. Hanya saja tidak memenuhi unsur dan tidak cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, di hari pertama sekolah pascalibur Lebaran ini, aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annurain Lonrae, di Jalan KH Syamsuddin, Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terganggu dengan penyegelan sekolah.

Penyegelan sekolah itu akibat sengketa antara Supu (65), warga yang mengaku pemilik lahan dengan pihak yayasan yang menaungi madrasah itu. Sengketa telah berlangsung sejak puluhan tahun. Bahkan, penyegelan ini sudah yang ketiga kali dilakukan warga.
(zik)
Berita Terkait
Akses Jalan Ditutup,...
Akses Jalan Ditutup, Warga RW 013 Desak CMNP Cari Solusi atau Hadapi Demonstrasi
Gegara Sengketa Lahan,...
Gegara Sengketa Lahan, Warga di Bone Sabit Tetangga Hingga Tewas
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Korban Penipuan Tanah...
Korban Penipuan Tanah Bingung Tak Diberi Kabar Persidangan
Ganti Rugi Tanah Ulayat...
Ganti Rugi Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandara Siboru Belum Tuntas
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
44 menit yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
1 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
1 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
2 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
2 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved