Risma Tetap Akan Tutup Dolly

Jum'at, 25 Juli 2014 - 19:31 WIB
Risma Tetap Akan Tutup...
Risma Tetap Akan Tutup Dolly
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menegaskan, penutupan lokalisasi Dolly akan tetap dilakukan, meski ada penolakan. Keberadaan lokalisasi itu dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) No.7 tahun 1999 tentang Larangan Menggunakan Bangunan Untuk Perbuatan Asusila.

Lebih lanjut, Risma menyayangkan sikap warga yang melarang petugas memasang plakat. Sebab, tanah yang digunakan untuk pemasangan plakat itu merupakan milik pemerintah, bukan warga.

"Mereka (warga) tidak punya hak untuk melarang. Plakat lho, tidak dipasang didepan rumah mereka, ngapain melarang. Tapi tidak apa-apa warga menolak, Dolly akan tetap saya tutup. Caranya nutupnya bagaimana? Itu saya ada cara tersendiri. Tapi tidak bisa saya sampaikan," kata Risma, kepada wartawan, Jumat (25/7/2014).

Ditambahkan dia, hal yang ingin ditegaskan adalah dampak buruk dari keberadaan Dolly yang sangat banyak. Untuk itu, dia mengaku memiliki banyak bukti. Hal ini yang dijadikan dasar penutupan.

Sementara itu, Koordinator Front Pekerja Lokalisasi (FPL) Afeng mengaku tidak habis pikir dengan tindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang tetap memaksakan kehendaknya dengan menutup Dolly.

"Sejak awal warga sudah sepakat menolak penutupan. Kalauapun ada kompensasi atas penutupan, tidak ada warga terdampak yang menerima. Data-data Pekerja Seks Komersial (PSK) merupakan data palsu yang sengaja dibuat pemerintah. Sejauh ini, tidak ada PSK maupun warga terdampak yang menerima kompensasi," tegasnya.

Menanggapi reaksi warga, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Surabaya Denny Tupamahu menegaskan, perintah akan menarik anggotanya dan menunda pemasangan plakat, hanya karena menghindari konflik saja.

Rencananya, petugas gabungan ini akan memasang plakat di tiga titik, di sekitar kawasan lokalisasi Dolly dan Jarak. Meski ada penolakan dari warga, pihaknya akan tetap melakukan pemasangan. Namun, masih belum diputuskan kapan pemasangan itu akan dilakukan.

"Pemasangan plakat ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi Surabaya bebas prostitusi yang digelar, pada 18 Juni lalu, di gedung Islamic Centre Surabaya," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
16 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
33 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
41 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved