Pedagang Pasar Gembrong Kembali Gelar Lapak di Jalan

Minggu, 20 Juli 2014 - 14:26 WIB
Pedagang Pasar Gembrong...
Pedagang Pasar Gembrong Kembali Gelar Lapak di Jalan
A A A
JAKARTA - Menjelang Lebaran, sejumlah pasar modern dan tradisional dipenuhi masyarakat. Tak ingin ketinggalan meraup rezeki, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, kembali menggelar lapak dagangannya di jalan.

Akibat ulah nekat para pedagang menggelar barang dagangannya di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, kemacetan pun kembali tak terhindahrkan.

Para pedagang beralasan mereka kembali ke jalan karena tiga lokasi baru yang disediakan oleh Pemprov DKI, yakni Pasar Gembrong Cipinang Besar Selatan (PGCBS), PD Perumnas Klender, dan Pasar Sunan Giri dianggap sepi pembeli oleh para pedagang.

Para pedagang karpet dan mainan yang takut kehilangan penghasilan akhirnya kembali ke Pasar Gembrong. Awalnya, mereka menggelar lapaknya di trotoar dan tidak mengizinkan adanya kendaraan roda empat parkir di badan jalan. Hal tersebut menjadi komitmen pedagang agar kesemrawutan dan kemacetan di wilayah tersebut tidak kembali terjadi.
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, lapak-lapak pedagang tidak hanya berada di trotoar, melainkan juga di badan jalan. Lapak-lapak yang berada di badan jalan merupakan lapak pedagang musiman yang menjual pernak-pernik seperti petasan, mainan dan karpet.

Selain itu, para pemilik toko mainan yang ada di sana juga menggelar barang dagangannya hingga menjorok keluar toko. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat pun terlihat diarkir di badan jalan di lokasi tersebut. Hal ini membuat kawasan Pasar Gembrong kembali semrawut."Ya memang sejak awal dipindahkan kami tidak setuju. Itu kenapa kita kembali jualan di sini," ujar salah seorang pedagang bernama Feri.

Dia menegaskan, lokasi baru yang disediakan tidak strategis, tempat parkirnya yang kurang memadai membuat lokasi baru itu sepi pembeli sehingga membuat pedagang kehilangan pemasukan secara drastis. "Ditambah kios-kios yang disediakan terlalu kecil untuk dagangan kita," ujarnya.

Pedagang lain bernama Bruri yang menggelar lapaknya di badan jalan mengatakan bahwa ia sengaja memanfaatkan momen lebaran untuk mencari keuntungan lebih. Menurut dia, sejumlah pedagang musiman tersebut hanya akan bertahan sampai lebaran. "Kita jualan petasan dan kembang api, kita memanfaatkan badan jalan, tapi kita mohon pengertian pemerintah. Ini kan sementara saja, nanti setelah lewat lebaran tidak ada lagi dagangan di badan jalan," tuturnya.
(whb)
Berita Terkait
PKL di Terminal Palakka...
PKL di Terminal Palakka Sampaikan Aspirasi Soal Penggusuran ke DPRD Bone
Tanggapan Sandiaga Uno...
Tanggapan Sandiaga Uno soal Penggusuran PKL di Destinasi Wisata Puncak Bogor
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
Aksi Unjuk Rasa Tolak...
Aksi Unjuk Rasa Tolak Penggusuran di Balaikota Jakarta
Syahar Bangunkan Rumah...
Syahar Bangunkan Rumah untuk Warga Sidrap yang Digusur
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
44 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved